Foto : Yosmeri Pengamat Politik Sumatera Bara

TEROBIS

Sumbar- Covid-19 merubah banyak program negara, bahkan beberapa Tahapan Pilkada serentak nasional sudah sejak Maret lalu dipending.

Terus bagaimana kelanjutan Pilkada serentak nasional itu, menunggu Covid-19 tuntas atau bagaimana?

Pengamat Politik Sumbar Yosmeri mengatakan kondisi pencegahan dan penanganan Covid-19 sekarang sedang on the track, baik Presiden dan jajarannya sampai kepala daerah seluruh Indonesia total fokus.

“Artinya menghadapi Covid-19 yang oleh WHO ditetapkan sebagai pandemi global dan oleh Presiden Joko Widodo diputuskan sebagai bencana nasional non alam. Ini bukti pemerintah sedang mengerahkan segala cara untuk menangani Covid-19,”ujar Yosmeri kepada media, Senin 13/4 malam di Padang.

Terus bagaimana soal agenda politik nasional yaitu Pilkada Serentak Nasional, Yosmeri menegaskan melihat trend penanganan dan pencegahan Covid-19 saat ini dan beberapa bulan kedepan maka Pilkada aman dari ancaman Covid-19 adalah Desember 2020.

“Waktu aman untuk hari pencoblosannya yaitu di bulan Desember, artinya lanjutan tahapan tunda dan sesuaikan jadwal tahapan berikutnya bisa bulan Juni dilakukan KPU dan Bawaslu,”ujar Yosmeri.

Tidak perlu Presiden mengeluarkan Perpu, cukup KPU dan Bawaslu merevisi jadwal tahapannya.

“Saya dengar besok Komisi II DPR RI dan Mendagri bersama KPU, Bawaslu dan DKPP akan bertemu membahas kelanjutan agenda ini, saya tetap optimis Pilkada aman Covid-19 itu Desember,”ujar Yosmeri.

Kalau Pilkada molor ke 2021 tentu secara agenda politik nasional dan  berdasarkan konstitusi negara Presiden bisa dianggap gagal.

“Secara politik jelas posisi Pilkada diundur tahun depan tidak nyaman buat Presiden RI,”ujar Yosmeri.

Yosmeri optimis kerja keras semua pihak menangani dan mencegah Covid-19 akan membaik dan kurva landai akan terjadi di Indonesia.

“Saya optimis dan percaya kerja tim dokter dan para medis seluruh Indonesia menekan wabah ini,”ujar Yosmeri. (Nov/rel)


Editor : Ariel

NASIONAL

 
Top