Padang Aro- Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat melakukan penyemprotan disinfektan di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat karena ada dua orang pegawainya yang mengalami demam sepulang dari Jakarta.

"Guna pencegahan penyebaran COVID-19 maka KPU meminta seluruh kantornya disemprot disinfektan dan dua pegawai KPU yang demam sepulang dari Jakarta sekarang masuk daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP)", kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Setdakab Solok Selatan Firdaus Firman, di Padang Aro, Sabtu.

Dua orang pegawai KPU ini katanya, sekarang sedang melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing sebab mengalami demam sepulang dari daerah yanh ditemukan kasus.

Dia menjelaskan, banyak masyarakat yang menilai ODP ini sudah terkena COVID-19 padahal tidak seperti itu.

"ODP itu hanya warga yang baru balik dari daerah yang ditemukan kasus COVID-19 sehingga harus di awasi," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Novirman mengatakan, dua orang yang bekerja di KPU ini memeriksakan diri ke RSUD setempat dengan keluhan demam, batuk dan pileg.

Komisioner KPU divisi Hukum Dedi Fitriadi mengatakan, permintaan penyemprotan disinfektan ini memang permintaan KPU untuk mencegah penyebaran COVID-19 dan ini merupakan anjuran dari pusat.

"Setiap hari yang berkunjung ke kantor KPU banyak dan kami juga tidak tahu riwayat perjalanannya sehingga perlu dilakukan penyemprotan disinfektan," ujarnya.

Penyemprotan ini ujarnya, sebagai upaya KPU dalam menghentikan penyebaran virus corona di Solok Selatan.

Untuk Minggu 22/3 KPU akan melakukan pelantikan panitia pemungutan suara (PPS) yang berjumlah 117 orang yang tersebar di tujuh Kecamatan.

"Pelantikan ini dilaksanakan di setiap Kecamatan agar jumlah masa yang datang tidak terlalu banyak," ujarnya.*




Sumber Antara Sumbar

NASIONAL

 
Top