Padang Panjang, mediaterobos.com- "Semoga bantuan yang berikan tepat sasaran dan sangat bermanfaat, jangan terjadi lagi bantuan yang diberikan diterima oleh orangnya itu - itu saja," ujar Wakil Walikota Padang Panjang selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Padang Panjang pada rapat koordinasi TKPK di Aula BAPPEDA, Jum'at (22/3).

Rapat dihadiri oleh Kepala BPS Arius Jonnaidi, SE, ME, Kepala BAZ Kota Padang Panjang Drs. Aswir Rasyidin, Kepala OPD, Camat dan Lurah serta anggota organisasi TKPK.

Dalam sambutannya, Asrul menyampaikan seperti telah dijelaskan Kepala BAPPEDA sekaligus Sekretaris TKPK, angka kemiskinan di Kota Padang Panjang dari tahun 2016 ke 2017 mengalami penurunan.

"Di tahun 2016 sekitar 6,75% turun menjadi 6,17%, meskipun turun ini bukan berarti masyarakat Padang Panjang keluar dari kemiskinan," sebut Asrul.

Rapat koordinasi ini digelar untuk membahas upaya yang dilakukan untuk penanggulangan kemiskinan yang terjadi di Padang Panjang. Seperti dilihat sebelumnya, masyarakat miskin yang menerima bantuan orangnya masih sama.

"Diharapkan disini peranan tim menyeleksi masyarakat miskin benar - benar tepat, jangan tumpang tindih, jangan ada masyarakat tersebut menerima dua hingga tiga bantuan dalam satu orang masyarakat miskin," sebutnya.

Usai memberikan bantuan, lakukan evaluasi terhadap bantuan yang diberikan, apakah ada peningkatan dan kelanjutan yang membuat masyarakat tersebut keluar dari kemiskinan atau tidak.

Selanjutnya, Kepala BAPPEDA sekaligus Sekretaris TKPK Sonny Budaya Putra, AP, M.Si memaparkan perkembangan tingkat kemiskinan di Padang Panjang dari tahun 2013-2017.

"Tidak hanya itu, persentase kemiskinan Kota Padang Panjang di Sumbar berada di urutan ke 12. Kita berharap ditahun 2019 akan lebih menurun lagi sehingga angka kemiskinan di Padang Panjang dapat ditekan," ujarnya.(gto)
 
Top