mediaterobos.com 

Donggala- Pohon Gamal berasal dari daerah Amerika Tengah dan Brazil. Di daerah asalnya digunakan sebagai pelindung tanaman kakao/coklat dan dikenal dengan nama madre cacao. Jaman dulu, penjajah Eropa tanaman ini dibawa ke benua Asia dan ditanam di India dan Srilangka sebagai tanaman pelindung teh sejak tahun 1870-an. Sedangkanuntuk masuk ke Indonesia melalui perusahaan perkebunan Belanda yang digunakan sebagai tanaman pelindung di perkebunan teh di Medan pada tahun 1900-an. 

Pada tahun 1958 gamal yang ditemukan oleh R. Soetarjo Martoatmodjo dan dberi nama Gamal yang diambil dari nama cucunya yang menyerupai nama Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser. Ia menafsirkan gamal sebagai unta yang sanggup menundukkan sahara di Indonesia, yaitu padang alang-alang. Bahkan, Menteri pertanian Indonesia waktu itu Frans Seda mengartikan galam sebagai Ganyang Mati Alang-alang, karena gamal digunakan untuk membasmi alang-alang.

Untuk itu, dalam mengurangi longsornya tanah di sekitaran jembatan I di Desa Bakubakulu, TNI bersama warga melakukan penanaman pohon Gamal. Mereka menyelesaikannya secara gotong royong dan bahu membahu.

“Penanaman pohon Gamal ini merupakan hal yang sangat penting guna mencegah terjadinya longsor pada tanah disekitaran sungai karena disayangkan kalau di waktu terjadi hujan, tanah disekitar sungai ini longsor,” Kata Kopda Hendrik Babinsa Bakubakulu di lokasi Jembatan I, Jumat (15/3/19)

Lebih lanjut, Hendrik menambahkan, pohon gamal selain untuk penanggulangan tanah longsor juga dapat dimanfaatkan sebagai pakanan ternak karena sebagian besar, warga Desa Bakubakulu memiliki ternak.(*)
 
Top