mediaterobos.com 

Donggala- Desa Bakubakulu yang warganya setiap hari merupakan sebagai
petani gula atau yang lebih dikenal dengan deres (Bahasa Jawa) menghasilkan produksi rumah gula aren, karena di wilayah itu banyak sekali pohon aren yang ditanam baik di tanah pekarangan maupun ladang dan bahkan hutan.

Penghasilan gula aren yang diproduksi oleh warga ini dapat memberikan nilai ekonomi keluarga. Dengan hasil gula aren itulah mereka dapat menjualnya ke pasar bahkan ke warung-warung tetangga.
Di tengah teriknya panas matahari, gula aren dicampur dengan air kelapa muda menjadi nikmat tersendiri untuk melepaskan dahaga dan sekaligus menambah tenaga baru bagi Satgas TMMD 104 dan warga yang kini tengah mempercepat pekerjaan proyek jalan Desa.

“Minuman ini sangat menyegarkan. Minum air Kelapa Muda saja sudah segar, apalagi dicampur dengan gula aren. Sungguh nikmat dan segar disaat sinar matahari terik seperti ini,” kata Kopda Hendrik yang disuguhi Es Kelapa Muda oleh Ibu Nurhasana warga Desa Bakubakulu. Gula aren itu sendiri, kata Hendrik, merupakan produksi warga.

Menurutnya, warga disini selalu memanfaatkan lahan yang kosong untuk ditanami pohon aren. Kegiatan yang dilakukan oleh warga desa Bakubakulu inipun menurut keterangannya sudah sejak dulu kala dan sudah turun menurun.

"Ini merupakan pekerjaan mereka turun menurun diluar mereka bertanam coklat dan kopi. Jadi mereka bisa mendapatkan hasil ekonomi untuk kepentingan keluarga mana yang dulu menghasilkan. Itu merupakan strategi mereka dalam memanfaatkan lahan mereka," ungkap Kopda Hendrik.(*)
 
Top