mediaterobos.com 

Donggala- Kecamatan Paloloh, Kabupaten Sigi merupakan salah satu
wilayah yang rawan bencana. Tidak hanya bencana banjir, daerah yang
berbatasan dengan kabupaten Poso ini juga rawan tertimpa bencana tanah
longsor.

Salah satu pemicunya adalah aksi penebangan ilegal yang dilakukan oleh
orang-orang yang tak bertanggung jawab. Untuk itu, Satgas TMMD 104
Kodim 1306/ Donggala bersama pemerintah kabupaten Donggala melalui
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikan penyuluhan
kepada warga kecamatan Paloloh, khususnya Desa Bakubakulu.

Penyuluhan yang dilakukan di Balai Desa Bakubakulu dan diikuti 50
warga ini bertujuan membangun kesadaran warga dalam menjaga eksositem
lingkungan dan tidak melakukan tindakan yang merusak alam maupun
lingkungan, terutama aksi penebangan liar.

Kepala BNPB Donggala yang diwakili Sudarsa mengungkapkan, rusaknya
hutan akibat aksi pembalakan liar menjadi penyebab utama terjadinya
banjir dan tanah longsor di wilayah Paloloh. Bencana alam itu tidak
hanya menimbulkan korban materi tapi juga jiwa manusia.

“Untuk itu, mariliah kita sama-sama melestarikan dan menjaga hutan
dalam rangka menanggulangi bencana alam. Bencana alam itu tidak
pandang bulu. Ualah satu atau dua orang, yang lain pun bisa menjadi
korban,” ujarnya.

Hal senada disampaikan anggota Satgas TMMD ke-104 Donggala Serka
Junaid  juga mengajak warga untuk sama-sama melestarikan hutan di
wilayah kecamatan Paloloh, khususnya di Desa Bakubakulu, Desa Bobo,
dan Desa Kapiroe.

Ditambahkannya, banjir yang terjadi beberapa waktu lalu dan
mengakibatkan rusaknya jembatan penghubung kecamatan Paloloh dan
Nokilalaki. Hal itu disebabkan aksi pembalakan liar atau penebangan
hutan secara ilegal. ‘’Jadi kalau kita tidak mau terkena bencana
khususnya banjir dan tanah longsor mari kita sama-sama jaga dan
pelihara hutan kita,’’tegasnya.(*)
 
Top