mediaterobos.com 

Donggala- Seorang kakek Desa Bobo Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi, tengah berbincang dengan anggota TNI yang menjadi Satgas TMMD Reguler ke-104.

Dalam perbincangan tersebut kakek bernama Askar (81) menerangkan bahwa anggota TNI telah berjasa membangun desanya. Pasalnya, kakek 81 tahun yang sejak muda tinggal di Desa Bobo ini tak pernah merasakan adanya pembangunan, terutama akses jalan penghubung Desa Bakubakulu ke Desa Bobo.

Desa Bobo sendiri memiliki sekitar 1500 jiwa, yang sudah tinggal puluhan tahun di desa tersebut, termasuk dirinya yang tinggal di Dusun I Desa Bobo. Tanpa basa-basi Askar menceritakan kepada seorang Satgas TMMD, bahwasannya melihat pembangunan secara langsung membuatnya lega.

"Umur saya tidak lagi muda, berpuluh-puluh tahun saya tinggal di Dukuh Durensari tak pernah melihat adanya perbaikan jalan," katanya, Senin (25/3/19).

Satgas TMMD yang berbincang dengan Sumijan semakin tergetar, ketika Sumijan menyatakan ingin melihat warga desa menggunakan jalan penghubung tersebut sebelum dipanggil yang kuasa.

"Sebelum saya dipanggil oleh tuhan, saya ingin melihat warga Desa Bobo merasakan pembangunan jalan ini, semoga saja saya masih diberikan kesempatan melihat hal tersebut," paparnya.

19Kejar Target, Pembangunan Sasaran Fisik TMMD Dapat Tambahan Kekuatan Baru

Donggala- Dapat suntikan tenaga, pelaksanaan sasaran fisik TMMD reguler ke-104 Tahun 2019 di Desa Bobo, Kecamatan Palolo, Kabupaten Donggala, diharapkan akan mempercepat pekerjaan. 

Komandan Rayon Militer (Koramil) 02/BRM, Kapten Inf Hanafi, menyampaikan hal tersebut saat menerima dukungan Banser, Minggu (24/3/19), di halaman Kantor Desa setempat.

Danramil menyatakan, 10 personil dari Banser Subah siap bergabung dengan warga dan Satgas TMMD untuk ikut merampungkan dua sasaran fisik yang masih terus dikebut, yakni pembuatan jalan tembus dan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

"Hari ini juga 5 personil Banser siap ditempatkan untuk membantu warga dan Satgas TMMD di lokasi pembangunan jalan tembus maupun di lokasi rehab RTLH," terangnya.

Menurut dia, keberadaan 5 Banser merupakan tambahan tenaga untuk lebih mempercepat pekerjaan maupun untuk memudahkan rotasi personil di lapangan.

Sampai saat ini, seluruh kekuatan TNI yang diterjunkan di lokasi TMMD mencapai 260 personil. Jumlah tersebut belum termasuk warga dan tambahan tenaga baru dari Banser.

"Dengan tambahan amunisi yang baru, harapanya akan semakin meringankan tenaga warga dan Satgas TMMD di lapangan," ujarnya.(*)
 
Top