mediaterobos.com 

Nias- Bupati Nias Drs.Sokhiatulo Laoli, MM yang diwakili Sekda Nias Drs.F.Yanus Larosa M.AP, menyampaikan nota jawaban/tanggapan terhadap pemandangan Umum Fraksi DPRD Kabupaten Nias atas Nota pengantar Bupati Nias terhadap dua Ranperda Kabupaten Nias tentang Perumda Pasar Yaahowu dan Ranperda tentang Perumda Daerah Air Minum Tirta Umbu yang disampaikan melalui rapat Paripurna DPRD kabupaten Nias bertempat di ruang rapat DPRD Kabupaten Nias, Rabu (13/02/2019).

Dalam nota jawaban Bupati Nias yang disampaikan oleh Sekda Nias, dikatakan, terkait beberapa saran, masukkan dan pendapat fraksi-fraksi DPRD kabupaten Nias atas dua Ranperda Kabupaten Nias, kami akan memberikan jawaban atau tanggapan yaitu.

1.penataan pasar dan fasilitas, terkait dengan penataan lahan parkir dan fasilitas pasar lainnya, hal ini akan menjadi perhatian kedepan, selama ini telah dilakukan. pembenahan terkait penataan dan fasilitas pasar antara lain : pemanfaatan/refungsi lahan kosong untuk tempat usaha baru, pembangunan pagar, pemasangan cctv, pengecatan bangunan gedung, rehab toilet, pemasangan papan merk dan lampu hias, penambahan pos jaga dan handy talky kepada personil security.

2.Pengelolaan toilet di pasar Yaahowu, dapat dijelaskan, telah sesuai dengan amanat pasal 18 Ayat (3) Perda Kabupaten Nias Nomor 2 Tahun 2010 tentang pendirian perusahaan daerah pasar Yaahowu dan merupakan salah satu sumber pendapatan perusahaan daerah pasar Yaahowu.

3. Strategi pengelolaan pasar Yaahowu, bahwa perkembangan pasar Yaahowu dalam duo Tahun terakhir mengalami kemajuan yang signifikan dan hal ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan perusahaan yang dibuktikan  dengan kunjungan ke pasar Yaahowu meningkat baik pada siang hari maupun pad malam hari sehingga diharapkan akan menjadi pusat perbelanjaan yang strategis.

Selanjutnya langkah-langkah strategis manajemen perusahaan daerah pasar Yaahowu dalam upaya meningkatkan pendapatan asli daerah antara lain: menciptakan kondusifitas dilingkungan pasar, memanfaatkan lahan kosong untuk dijadikan tempat usaha baru, memberdayakan karyawan perusahaan daerah pasar Yaahowu, dan membuat kebutuhan penyesuaian tarif/sewa kios. Ujar Sekda.

Dia juga memberitahu jika jumlah kios yang telah tersewakan sebanyak 160  unit dari 165 unit kios yang tersedia dan diupayakan untuk tersewakan seluruhnya.

Selanjutnya terkait dengan beberapa saran dan masukan dari pendapat fraksi DPRD Kabupaten Nias atas Ranperda tentang Perumda Air Minum Tirta Umbu, selanjutnya dapat dijawab sebagai berikut.

1. Terkait keluhan terhadap kualitas dan kuantitas air, dapat dijelaskan bahwa usaha peningkatan kualitas dan kuantitas air yang sebagaimana mestinya telah dilakukan sedemikian rupa akan tetapi oleh karena keterbatasan anggaran serta sarana dan prasarana yang mendukung selama ini, sehingga tidak dapat berfungsi dengan optimal.


Terkait keluhan masyarakat tentang penggalian dan pemasangan jaringan pipa PDAM yang tidak sempurna oleh petugas di lapangan, akan menjadi bahan perhatian manajemen PDAM  pada masa yang akan datang dan melaksanakan pembinaan kepada petugas yang menangani sesuai dengan SOP di PDAM Tirta Umbu.

3.Dalam hal manajemen PDAM menyadari bahwa terdapat kelemahan dalam hal pencatatan meter air pelanggan yang cenderung mengalami penumpukan dan perbedaan pencatatan angka pada meter pelanggan.

4.Terkait dengan usul perubahan singkatan nomenklatur PDAM akan menjadi bahan untuk dikaji lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan.

5.Terkait dengan usul penempatan lokasi kantor pusat PDAM di Ibukota Kabupaten Nias akan menjadi perhatian kita bersama dengan mempedomani mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Diakhir nota jawabannya Bupati Nias menyampaikan apabila masih terdapat hal-hal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut, maka Dia bersedia memberikan jawaban.

"Kami akan bersedia memberikan jawaban dan penjelasan dalam rapat pembahasan di DPRD Kabupaten Nias.

Bupati berharap, jawaban dan tanggapan yang telah disampaikan dapat menjadi bahan kepada DPRD dalame melanjutkan proses pembahasan kedua Ranperda ini, sesuai dengan tahapan dan jadwal yang telah ditetapkan, hingga akhirnya dapat disetujui bersama dan ditetapkan menjadi Perda Kabupaten nias.(trh)
 
Top