Nias,mediaterobos.com-Seorang kakek FW als Ama Gaedi (56) warga kecamatan Hiliserangkai Kabupaten Nias ditahan di Polres Nias, diduga telah melakukan perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur SW (14) 

Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.Ik, MH melalui Ps. Paur Humas Polres Nias Bripka Restu Gulo kepada Wartawan membenarkan kejadian tersebut

"Benar bahwa Fw als Ama Gaedi telah ditahan di Polres Nias terkait dengan kasus dugaan perbuatan cabul terhadap seorang anak dibawah umur,"katanya. 

Dituturkan Restu, kejadian dugaan cabul tersebut yakini pada hari sabtu (14/04/2018) sekira pukul 10.00 Wib, korban bersama saksi YW berjalan kaki menuju pekan onohada dan bertemu dengan tersangka FW yang sedang mengendarai sepeda motor, dan menawarkan kepada korban untuk naik disepeda motornya.

Tapi korban SW menolak, namun tersangka terus membujuknya, sehingga korban bersedia dibonceng oleh tersangka.

Dalam perjalanan korban sempat meminta kepada tersangka supaya diturunkan didepan rumah saksi MW, namun tersangka tidak menghiraukan nya dan terus melanjutkan laju kendaraannya sambil melakukan perbuatan cabul terhadap korban dengan cara meraba paha kiri korban dan buah dada korban, kemudian korban menahan tangan tersangka, sehingga korban terjatuh dari sepeda motor tersangka.

Melihat korban terjatuh, lalu tersangka FW meninggalkan korban SW, namun salah seorang saksi AW yang melintas dijalan tersebut membawa korban kepuskesmas Botombawo Kecamatan Hiliserangkai Kabupaten Nias,Ungkap Restu.

Dijelaskan Dia, pada kasus ini telah diperiksa 8 (delapan) orang saksi, bahkan telah digelar kasusnya oleh penyidik dan telah ditetapkan tersangka, juga pemeriksaan Psikiatri terhadap tersangka dengan kesimpulan bahwa ada kelainan orientasi seksual (Pedofilia) terhadap tersangka, sehingga untuk kepentingan penyidikan, tersangka ditahan di RTP Polres Nias mulai 11 Agustus 2018.

Atas perbuatan cabul ini, tersangka telah melanggar pasal 82 Ayat ( 1) dari undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua  undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan ancaman hukuman 15 Tahun penjara. (Trh).
 
Top