Padang Panjang, mediaterobos.com – Ketua DPRD Dr. Novi Hendri kembali pimpin Rapat Paripurna DPRD Kota Padang Panjang dalam rangka Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Padang Panjang atas Ranperda Tentang Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD Kota Padang Panjang Tahun Anggaran 2017 serta Laporan Keuangan Daerah Kota Padang Panjang, yang dilaksanakan di Aula Hotel Aulia, Selasa (3/7).

Rapat dihadiri oleh Wakil Walikota Padang Panjang dr. Mawardi Samah, Wakil Pimpinan dan Anggota DPRD, Unsur Forkopimda, Staf Ahli, Kepala OPD dan Kepala Sekolah se-Kota Padang Panjang. Dalam rapat tersebut para juru bicara dari lima fraksi menyampaikan saran dan pendapatnya diantaranya Fraksi Golkar, Fraksi PAN, Fraksi Gerindra PKS, Fraksi PPP Nasdem dan Bintang Demokrat.

Kelima fraksi ini menyampaikan selamat dan sukses karena telah memperoleh Opini Tanpa Pengecualiaan (WTP) Berdasarkan laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Padang Panjang Tahun Anggaran 2017. Semoga prestasi ini dapat dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya, tentu dengan tetap memperbaiki hal-hal yang belum maksimal dan semakin membangun optimisme untuk menyelesaikan setiap permasalahan masyarakat kota Padang Panjang hingga menemukan solusi yang tepat dan tuntas.

Salah seorang fraksi golkar Desfa Remindo menyampaikan, terkait realisasi PAD Tahun anggaran 2017 sebesar Rp 87.942.928.085,00 dapat direalisasikan sebesar Rp 88.837.033.624,67 atau 101,02%. “Jika dilihat dari aspek perencanaan ada ketidak cermatan dalam menentukan target capaian,” kata Desfa.

Dan terkait dengan Silpa tahun Anggaran 2017 sebesar Rp128.606.014.888,07 Fraksi Golkar mencermati bahwa Silpa masih terlalu besar. “Ini menjadi catatan bagi kami, karena jumlah Silpa terlalu besar, perencanaan dan target yang tidak direncanakan dengan matang, sehingga kesannya target ini hanya ditetapkan saja tanpa ada perhitungan, silpa 128 milyar ini cukup besar, gunakanlah dengan baik,” kata Desfa.

Untuk 2018 Pemda harus menganggarkannya dan selesaikan dengan cepat pembangunan pasar pusat Kota Padang Panjang. Pasar sangat diharapkan selesai tahun 2018 dan masyarakat sudah bisa menempatinya walaupun belum selesai 100 persen, tambah Desfa.

Sementara itu Fraksi Gerindra Nasrullah Nukman menyampaikan, Berdasarkan penyampaian Walikota Padang Panjang terhadap realisasi Pendapatan yang ditargetkan sebesar Rp. 609.996.061.007,00 dengan Realisasi sebesar Rp. 591.062.889.679,67 atau 96,90%,. “Kita berharap dimasa yang akan datang dapat direalisasikan sebesar 100%. Begitu juga dengan dana perimbangan (Dana Trasnfer Dari Pemerintah Pusat) juga bisa terealisasi 100%,” kata Nasrullah.

Untuk Realisasi Belanja Daerah Kota Padang Panjang tahun anggaran 2017 yang telah dianggarkan sebesar Rp. 755.087.398,39 dengan realisasi sebesar Rp. 607. 630.104.037,99 atau 80,47 % diharapkan dimasa yang akan datang dapat terserap 100%.. Sedangkan untuk Realisasi Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2017 yang mempunyai SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) sebesar Rp. 128.606.014.888,07 atau 21.76 % dari Pendapatan.

 “Kita menegaskan kepada Pemda supaya perencanaan itu lebih dimatangkan karena silpa itu terjadi ketika perencanaan sudah direalisasikan. Jangan minta silpa terlalu besar, perhatikan dulu program dan kegiatran yang mau dilaksnakan, agar silpa itu tidak berlebih terlalu besar,” jelas Nasrullah.

Kepada setiap OPD “Kita harap untuk tahun 2018 sekarang ini sudah masuk catur wulan dua, jangan terlibat unsur politik pokus saja sama kegiatan yang akan dilaksanakan supaya silpa ini dipakai dengan efektif,” terang Nasrullah.

Untuk pasar Kota Padang Panjang insya Allah tahun 2018 masyarakat segera menempati pasar ini, karena pasar ini dibangun untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat Kota Padang Panjang sendiri. Tutup Nasrullah.

Disamping itu Ketua DPRD Novi Hendri mengatakan, dari semua pandangan umum fraksi yang berbicara tentang penganggaran yang memang kurang matang, rencana tidak disusun dengan baik, maka untuk masa akan datang kualitas dari perencanaan anggaran diharapkan lebih baik lagi. “Kita melihat ketika perencanaan tidak memiliki kualitas yang baik ujung-ujungnya nanti berkaitan dengan pelaksanaan anggaran khususnya silpa, maka dari itu dari sekarang mulai kita efektifkan lagi perencanaan yang akan kita rencanakan ini,” kata Novi.

Jangan sampai anggaran telah disediakan tapi tidak terlaksana, lebih baik pindahkan ke kegiatan yang memungkinkan, dan bagi seluruh OPD mari tingkatkan lagi semangat bekerja, tambah Novi.

Novi juga berbicara mengenai pasar pusat Padang Panjang dimana ini bukan kepentingan Pemda atau OPD tapi lebih ke kepentingan masyarakat, untuk itu “Kami dari pihak dewan sangat mengutamakan pembangunan pasar ini, karena ini sangat dibutuhkan dan perlu kita realisasikan secepatnya, serta diharapkan semua pedagang sudah dapat menempatinya tahun ini.
 
Top