Padang Panjang, mediaterobos.com – Museum Rekor Indonesia (MURI) kembali memberikan penghargaan untuk Kota Padang Panjang. Bila di Tahun 2017 lalu Kota Padang Panjang membukukan rekor memasak 1227 tungku cangkuak, maka tahun ini Kota Padang Panjang mencatatkan rekor penulisan puisi terbanyak di Indonesia bahkan di dunia. Penulisan puisi itu diikuti sebanyak 18.330 siswa dari seluruh sekolah tingkat SD sampai tingkat SLTA dengan tema Bahaya Narkoba. Acara berlangsung di masing masing sekolah yang turut diverifikasi oleh Tim MURI, sabtu (5/5).

Kegiatan tersebut digagas oleh Pemerintah Kota Padang Panjang melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip bekerjasama dengan Forum Penggiat Literasi Kota Padang Panjang. Kegiatan itu juga mendapat dukungan dari Badan Nasional Narkotika (BNN) Pusat dengan mendatangkan salah seorang perwakilannya yaitu Kombes Agus Sutanto.

Pemecahan Rekor MURI kategori penulisan puisi terbanyak itu sekaligus menjadi momentum atas dinobatkannya Kota Padang Panjang sebagai Kota Literasi yang dicanangkan langsung oleh Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Muhammad Syarif Bando didampingi oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat Taufik Effendi.

Sementara Penghargaan Rekor MURI diserahkan oleh Senior Manajer MURI Jusuf Ngadri kepada Plt. Walikota Padang Panjang Irwan di Lapangan Khatib Sulaiman Banca Laweh.
Tampak hadir pada acara penyerahan penghargaan MURI itu, Sejumlah Kepala Perpustakaan dan Arsip se Sumatera Barat, FORKOPIMDA Jajaran Pejabat Pemerintah Kota Padang Panjang, Pengurus dan Anggota Forum Penggiat Literasi Kota Padang Panjang serta ratusan penyair se Asia Tenggara yang turut datang menyaksikannya.

Kepala Perpustkaan Nasional Muhammad Syarif Bando menyampaikan apresiasi atas terlakasananya acara bergengsi dan bermutu itu. “ Kami dari Pemerintah Pusat menyampaikan apresiasi dan mendukung penuh acara seperti ini karena dirangkaikan dalam upaya pencanangan Kota Padang Panjang sebagai Kota Literasi, dan Hal yang paling Fundamental hari ini adalah memecahkan rekor MURI yakni 18.330 siswa menuliskan puisi ,” katanya

Menurutnya kalau seluruh Indonesia bisa melakukan gerakan yang dilakukan oleh Kota Padang Panjang, maka tidak menutup kemungkinan akan dapat menekan penyalahgunaan narkoba. Dikatakan, tanggung jawab Perpustakaan Nasional dalam revolusi mental adalah bagaimana mengubah prilaku dari negatif menjadi positif. Hal itu tidak bisa dilakukan tanpa tarkait dengan pembangunan kebudayaan. Oleh karena itu Perpusnas adalah salah satu institusi penjaga peradaban, pencipta peradaban dan pelestari peradaban. Perpustakaan menjadi jembatan yang mempersatukan masa lalu, kini dan yang akan datang.

Pjs. Walikota Padang Panjang Irwan menyatakan bahwa Kota Padang Panjang mempunyai semangat membangun yang luar bisa walaupun kota tersebut mempunyai luas yang kecil, hanya terdiri dari 2 kecamatan. Hal itu dibuktikan dengan dibukukan kembali rekor MURI yaitu dalam penulisan puisi terbanyak di Dunia. “Walaupun saya Pjs. Walikota empat setengah bulan tapi saya bangga karena masyarakatnya luar biasa semangatnya,” katanya.

Pjs. Walikota Padang Panjang Irwan juga mengatakan kalau Pemerintah Kota Padang Panjang melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip akan mewacanakan temu penyair tingkat dunia dua tahun kedepan. Kemudian, kepada para penyair se Asia Tenggara ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas partisipasinya dalam acara Temu Penyair se - Asia Tenggara itu.

Kepala Perpustakaan dan Arsip Alvi Sena mengatakan, Kota Literasi bukan sekedar selogan tetapi merupakan geraka kongkrit untuk menumbuhkan semangat dan minat membaca serta menulis di kalangan generasi muda Kota Padang Panjang. “Dua perkerjaan itu, membaca dan menulis harus dilakukan secara berimbang tidak sebelah pihak dan dijadikan budaya yang berurat dan berakar dihati sanubari,” katanya

Oleh sebab itu perlu pencanangan lewat aksi massal para pelajar berupa menulis puisi bertema bahaya narkoba. “ disaat ini kita akan menunjukkan kepada dunia bahwa kota kecil ini berpotensi menjadi gudang penulis,” katanya.

Diakhir acara juga, diadakan Peluncuran Buku Antologi Puisi “ Epitaf Kota Hujan” karya penyair se Asia Tenggara. Buku itu dibagikan kepada para seluruh penyair se Asia Tenggara yang akan mereka kenang dalam pertemuan Penyaari se Asia Tenggara di Kota berjuluk Serambi Mekah itu (Pul/Gito).
 
Top