Padang Panjang, mediaterobos.com – Bersamaan dengan kegiatan Temu Penyair se-Asia Tenggara (TPAT) dan Pemecahan Rekor MURI, Padang Panjang juga dicanangkan sebagai Kota Literasi. Pencanangan tersebut diberikan oleh Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) Muhammad Syarif Bando pada puncak acara kegiatan TPAT yang didampingi oleh Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Kepala Sub direktorat Lingkungan Pendidikan BNN Pusat Kombes Agus Sutanto, Pjs. Walikota Padang Panjang Irwan, S.Sos, MM dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Alvi Sena, ST, MT di Lapangan GOR Khatib Sulaiman Banca Laweh, Sabtu (5/5).

Melalui giat Forum Pegiat Literasi (FPL) yang bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang demi menumbuhkan dan meningkatkan minat baca masyarakat dan pelajar sekolah, akhirnya Padang Panjang dicanangkan sebagai Kota Literasi.
Muhammad Syarif Bando sendiri menyampaikan ada empat tahapan literasi yaitu Literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengumpulkan sumber bahan bacaan agar mereka bisa eksis, Mamahami apa yang tersirat dari yang tersurat.

Tahapan selanjutnya yaitu kemampuan seseorang dalam mengememukakan ide - ide baru, gagasan baru, inovasi baru untuk melakukan perbaikan yang terjadi di masyarakat, dan terakhir adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan barang dan jasa. Perpusnas sangat bangga dan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Pemko Padang Panjang demi menumbuhkan minat baca untuk seluruh masyarakat dan pelajar dan semoga bisa dijadikan contoh oleh semua Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia terutama di Sumbar. "Artinya semakin banyak kita membaca, semakin banyak kita menulis, maka semakin banyak pula sejarah yang kita ciptakan," ujar Syarif.
Syarif menambahkan Padang Panjang dulunya banyak melahirkan sastrawan. "Agar tidak tertinggal, mereka terus dipupuk dan dipelihara," tutupnya.

Sementara itu Irwan mengatakan selama ini Padang Panjang dikenal sebagai Kota Pelajar, dengan begitu sudah jelas pelajar tidak akan lepas dari membaca, membaca dan membaca. Demi mewujudkan pelajar dan masyarakat gemar membaca, Pemko melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sudah menyediakan lapak baca dan pojok baca serta Wifi gratis yang bisa dimanfaatkan masyarakat dan pelajar ke hal positif. "Kami sangat menyokong setiap kegiatan yang dilakukan Dinas terkait, dengan memberikan fasilitas, serta dorongan demi kemajuan Kota Serambi Mekah ini," jelas Irwan.

Bersamaan dengan itu, Alvi Sena menambahkan membaca dan menulis harus dilakukan dengan berimbang, melalui pencanangan Kota Literasi ini diharapkan masyarakat dan pelajar lebih banyak lagi gemar membaca dan menyemarakkan gang - gang literasi. "Semoga masyarakat dan pelajar mendukung kegiatan ini dan bersemangat memunculkan gang - gang literasi baru tentunya," ungkap Alvi.

Terakhir Ketua FPL Muhammad Subhan menyebutkan dengan gerakan ini perlu mendapat dukungan konkrit dari masyarakat dan pemerintah. "Seperti menyemarakkan kembali mendongeng untuk anak, menyediakan perpustakaan mini untuk anak dan keluarga dirumah serta tumbuhnya kampung-kampung literasi dan pojok baca di kantor pemerintahan dan ruang tunggu," ujar Subhan. Subhan mengucapakan rasa syukur dan terimakasih kepada Pemko dan Dinas terkait yang telah mendukung kegiatan literasi sehingga bisa mewujudkan Kota Padang Panjang sebagai Kota Literasi yang dicanangkan kemarin. "Kami berharap ini bukan untuk pertama dan terakhir, mudah - mudahan kedepannya lebih banyak lagi literasi yang bisa diwujudkan," Subhan mengakhiri.

Selain pencanangan, acara juga di akhiri dengan Peluncuran buku Epitaf Kota Hujan, puisi yang merupakan karya dari penyair - penyair se-Asia Tenggara untuk Kota Padang Panjang. (Pul/Gito).
 
Top