TEROBOS

Padang- Kematian akibat virus corona semakin meningkat meskipun pemerintah telah menghimbau kepada masyarakat untuk mengikuti peraturan. 

Korban Covid-19 setiap hari terus bertambah secara signifikan di Indonesia. Tapi berimbas juga dengan "korban" yang tidak terjangkit dengan penyakit tersebut yaitu pada masyarakat kecil. 

Peraturan dari pemerintah untuk tidak pulang kampung dan selalu menjaga jarak, tidak bersalaman serta menjaga kesehatan dan kebersihan. 

Sebagaian masyarakat Indonesia peduli dan yang berada (berduit) tentu mengikuti himbauan dari pemerintah demi keselamatan diri dan keluarganya baik yang dikampung. 

Tapi bagi perantau dan masyarakat yang pas-pasan rasanya sulit untuk mengikuti anjuran dari pemerintah untuk berdiam dirumah, sebab kebiasaan mereka mencari uang dengan pendapatan harian. 

Seperti Ojol, Pedagang kaki lima, buruh harian dan mocok-mocok (pengangguran tak jelas pekerjaan). 

Sebulan berlalu mengganasnya Covid-19 di Indonesia yaitu awal Maret 2020, masyarakat kecil mulai merasakan kesusahan, terutama bagi pedagang dan harian tadi. 

Ditambah maklumat kepolisian untuk tidak berkumpul-kumpul otomatis para pedagang kaki lima jadi mati suri. 

Sampai saat ini bantuan untuk masyarakat belum juga ada dan masih dalam rencana oleh pemerintah untuk segera di bantu (masih di data). 

Para pengusaha besar dan ternama juga orang-orang berduit malah pamer dengan mengumumkan mereka telah membantu dan ikut peduli pada Indonesia dengan menyumbang pemerintah sekian Milyaran. 

Ironis!!. sementara masyarakat kecil mulai merasa kebingungan buat makan keluarga mereka hari-hari, eeh,. malah pemerintah yang dapat bantuan langsung. 

Tulisan ini hanya sekadar penyampaian dari masyarakat kecil yang menunggu Aksi Pemerintah dan orang dermawan (berduit) untuk turun membantu warga yang mulai bercerita tentang lapar. 

Semoga pemerintah bertindak lebih baik dan cepat, sebab korban Covid-19 lebih sedikit dari pada "korban" yang terimbas karenanya, Wass.

Ini merupakan keluhan pelaku usaha UMKM Irwandi TH, yang dirangkumnya dakam sebuah tulisan, dimana untuk menghindari penyebaran vius corona, harus ikhlas menerima kenyataan pahit, dimana saat ini usahanya dan rekan-rekan mendekati kolap.(nov)


Editor : Ariel

NASIONAL

 
Top