Padang Aro- Kementerian Pertanian membantu rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) sawah seluas 500 hektare di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat pada 2020 guna menambah indeks tanam dan meningkatkan produksi padi.

"Program RJIT sangat dirasakan para petani dan manfaatnya terjadi penambahan indeks tanam yang tadinya hanya bisa sekali setahun menjadi dua kali atau lebih," kata Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pertanian Solok Selatan, Zamzami di Padang Aro, Kamis.

Dia menjelaskan, program RJIT tahun ini seluas 500 hektareKementan mengalokasikan dana sebesar Rp600 juta untukmembiayai kegiatan perbaikan jaringan irigasi tersier.

Saluran irigasi yang masuk kategori sasaran program tersebut katanya, yaitu yang masih dari tanah dan tiap tahun runtuh atau saluran yang sudah rusak.

"Kegiatan RJIT dilaksanakan dalam pola padat karya dengan satuan anggaran luas hektar kepemilikan lahan," ujarnya.

Dia mengatakan, secara teknis irigasi mengairi hamparan sawah minimal 15 hektare dan maksimal 50 hektare per kelompok sedangkan Calon Petani-Calon Lokasi (CPCL) penerima manfaat kegiatan, merupakan kelompok tani atau gabungan kelompok tani (Poktan/ Gapoktan).

"Untuk CPCL tahun ini belum ditentukan tetapi rencananya akan menyebar di semua lokasi persawahan di tujuh kecamatan," katanya.

Dia menyebutkan, sejak 2019 sudah banyak proposal yang masuk dan akan di survey kelapangan sebelum ditentukan kelompok penerimanya.

Kementan katanya, menggalakkan RJIT membantu pemberdayaan petani dengan mempermudah pengairan sehingga jaringan irigasi tersier adalah komponen mutlak dalam jaringan sistem irigasi dan langsung berhubungan dengan para petani.

"Jaringan irigasi ini dapat menambah luas layanan sawah yang terairi sebab dengan volume yang sama, air yang dialirkan dari sumbernya dapat mengairi sawah lebih luas karena terdistribusi secara efisien," ujarnya. (*)


Sumber Antara Sumbar

NASIONAL

 
Top