Trenggalek- Rumah Boinem sudah nampak seperti cipratan surga baginya. Dibandingkan semua yang dirasakan sudah hangat namun masih menyisakan dingin ketika malam. Sebab, dinding rumahnya belobang dan angin malam asuk menusuk badan. 

Kini, dinding rumah itu sudah tertutup raat karena terbuat dari batu bangunan. Satgas TMMD saban hari menyusun setiap batu bata yanga da dijadikan dinding rumah boinem. Dengan campuran semen, pasir dan air dinding rumah itu perlahan namun pasti rumah itu sudah nampak hidungnya. 

Tida mewah jelas, akan tetapi itu bah surge bagi pemiliknya. Terllihat akan sorot mata Boinem yang berlinang kebahagiaan. Semangatnya untuk memiliki rumah layak terlihat. Setiap hari, dirinya berusaha membantu Satgas TMMD mengerjakan rumahnya. Mulai dari memberikan minuman, mengankat batu hingga sedkit membersihkan sisa bangunan usai dikerjakan. 

Kini, rumahnya sudah terlihat desaiannya akalau dilihat dari sisi atas. Lokasi rumahnya yang ada di ketinggan itu, mengharuskan Satgas TMMD harus lebih ekstra hati-hati dalam melakoninya. Dinding penahan harus kuat agar tidak terkena longsor. Selain bahan campuran yang digunakan juga bagus, pembuatannya juga sesuai aturan. 

“kita bukan mengutamakan ya, memang pembuatan rumah di lereng gunung itu harus memakai campuran bahan material yang bagus. Ukurannya semen juga sesuai, “ kata Sertu Joko s. Sabtu (20/7) (pendim).
 
Top