Padang Panjang, mediaterobos.com- Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat melalui Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Limpapeh Rumah Nan Gadang menggelar Workshop Pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Padang Panjang Tahun 2019 bertempat di Audiotorium Mifan Water Park & Resort, Selasa (16/07).
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Padang Panjang, Ny, dr. Dian Puspita Fadly Amran.
Dalam sambutannya beliau mengatakan kasus - kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak hari ini makin banyak dan sangat mencemaskan.
"Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia saat ini seperti fenomena gunung es, yang nampak hanyalah sedikit hanya puncaknya saja, padahal yang lainnya sangat banyak, "ucapnya
Di Kota Padang Panjang ini mulai dari bulan Januari sampai dengan Juni 2019 sudah terjadi 17 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Seperti Perebutan hak asuh anak (3 kasus), Pelecehan Seksual, (6 Kasus), Kenakalan Anak, (6 Kasus, 2 diantaranya pencurian), Aborsi ( 1 Kasus), dan KDRT (1 Kasus), itu semua hanya yang tampak saja atau yang sudah ada pengaduan di P2TP2A, "jelasnya.
Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang sangat mengapresiasi dan juga mengucapkan terimakasih kepada Ketua P2TP2A Limpapeh Rumah Nan Gadang Provinsi Sumatera Barat beserta jajaran yang telah melaksanakan workshop pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Padang Panjang Tahun 2019.
Diharapkan kegiatan ini menjadi momen penting dalam rangka pemenuhan hak - hak perempuan dan anak, serta merupakan upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak dari tindakan kekerasan.
Sementara itu Ketua P2TP2A Limpapeh Rumah Nan Gadang Provinsi Sumatera Barat melalui Sekretaris P2TP2A, Siti Zakia, SP mengatakan untuk kegiatan Workshop Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Tahun 2019 ini ada 13 Kab/Kota se Sumatera Barat yang akan kami kunjungi.
"Untuk Workshop tahun 2019 ini ada 13 Kab/Kota se - Sumatera Barat yang akan kami kunjungi, (Kota Pariaman, Kab. Padang Pariaman, Kota Padang Panjang, Kota Solok, Kab. Pesisir Selatan, Kab. Pasaman, Kab. Pasaman Barat, Kab. Solok Selatan, Kab. 50 Kota, Kab. Agam, Kota Payukumbuah, Kota Bukitinggi, dan terakhir nanti Kab. Kepulauan Mentawai yang akan berlansung selama Bulan Juli - Agustus, "pungkasnya.
Ditambahkannya, "Dan untuk peserta masing - masing di Kab/Kota direncanakan sebanyak 40 orang yang terdiri dari Unsur Pengurus P2TP2A, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Tokoh Agama, PKK, Dharma Wanita, Bundo Kanduang, Forum Anak, Karang Taruna serta Lembaga Masyarakat, "tambahnya.
Beliau juga berharap, melalui Workshop Pencegehan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak ini, kita wujudkan lingkungan ramah perempuan dan anak. (pul)
