Tegal- Pihaknya kembali mempopulerkan egrang itu. Selain mengajak untuk meleestarikan permainanan jamana dahulu jugaemngalihkan permainan dari Gadjed atau ponsel. Megangkat kecanduan anak masa kini untuk beralih dari permaianan gadjed ke permainan tradisonal  

Nampaknya banyak warga Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Tegal yang sedang kegirangan untuk mensukai permainan Egrang. Permainan jaman dahulu itu nampak nya kembali bergairah untuk dimainkan oleh anak-anak desa setempat. 

Seperti yang diketahui bahwa Egrang atau jangkungan adalah galah atau tongkat yang digunakan seseorang agar bisa berdiri dalam jarak tertentu di atas tanah. Enggrang berjalan adalah enggrang yang diperlengkapi dengan tangga sebagai tempat berdiri, atau tali pengikat untuk diikatkan ke kaki, untuk tujuan berjalan selama naik di atas ketinggian normal. Di dataran banjir maupun pantai atau tanah labil, bangunan sering dibuat di atas jangkungan untuk melindungi agar tidak rusak oleh air, gelombang, atau tanah yang bergeser. 

Bukan tanpa sebab, karena Satgas TMMD sering memainkannya di depan puluhan anak -anak desa ketika bermain usai sekolah. Atraktif dan nampak menyenangkan. Apalagi ketika dimainkan bersama teman lainnya. Justru akan menjadi perlombaan lari memakai egrang semakin seru. 

Serda Sumarsono yang juga masuk Satgas TMMD ini terus mempopulerkan Egrang bgai anak sekolah. Sebab dengan bermain egrang bisa dijadikan atlit dalm permainan profesional. 

“bahaya Gme Online itu racun , karena semakin banyak yang kecanduan maka anak akan malas melakukan apapun, kita entas mereaka nak desa ini darpi kecanduan bermain Game Online, “ jelasnya, (Rabu (31/7). (pendim).
 
Top