PARIWARA DPRD KOTA PADANG
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang merancang Peraturan Daerah (Ranperda), inisiatif dewan ini dirancang untuk melindungi para nelayan atau bendega yang masih aktif di wilayah Kota Padang.


Hal itu dikatakan Ketua Komisi II DPRD Padang Rafli Boy saat dikonfirmasi media ini, Rabu (13/03-2019) lewat henfon selularnya. “Ranperda inisiatif tersebut dinilai penting karena sampai saat ini di Kota Padang masih banyak terdapat nelayan tradisional dan pembudidaya ikan kecil yang kurang diperhatikan, tujuan kami membentuk ranperda ini untuk mensejahterakan nelayan kecil,” katanya.


Rencana ini baru diusulkan Jajaran Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD kota Padang melalui sidang paripurna intern DPRD kota Padang, Sidang paripurna intern yang dipimpin Ketua   DPRD Padang Elly Thrisyanti.

Selain itu, Rafli melihat memandang  nelayan yang ada di kota Padang masih kekuranga teknologi yang baik sehingga para nelayan khususnya di ibukota provinsi Sumatera Barat ini agak merasa kesulitan untuk merahut hasilnya yang lebih menjanjikan sehinggah mereka susah untuk mendapatkan modal yang maksimal.

Ketua komisi II
DPRD kota Padang Rafli Boy dalam perbincangannya menyebutkan, Kota Padang memiliki keragaman kearifan lokal. Seperti salah satunya, kearifan lokal masyarakatnya dalam menjaga wilayah pesisir. Terlebih, dalam ajaran agama Isalm, kawasan pesisir juga menjadi kawasan yang dianggap menjadi pusat kegiatan ekonomi dan sosial, apalagi mereka masih banyak berprovesi nelayan.

Sejumlah alasan yang disampaikan terkait pembentukan Perda Bendega, salah satunya adalah banyaknya kelompok nelayan yang masih aktif. Sedikitnya masih ada beberapa kelompok nelayan yang tersebar di berbagai lokasi. “Mereka ini perlu diberikan pengakuan dan perlindungan kepada kelompok nelayan itu,” katanya mengakhiri ucapannya.(*)




 
Top