mediaterobos.com 

Donggala- Bagaikan Serdadu yang akan berperang melawan musuh, Minggu
(24/03/2019), puluhan lelaki di Dewa Bakubakulu membawa cangkul dan skop menyerbu lokasi pembangunan fisik TMMD 104 Kodim 1306/Donggala. Dengan berjalan beriringan melintasi jalan menanjak berbatu di Desa Bakubakulu Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi, warga desa menyingsingkan lengan baju guna mempercepat pembangunan jalan yang menghubungkan Desa.

Bakubakulu dan Desa Bobo, dimana pelaksanaan TMMD 104 tahun 2019 di Kodim 1306/Dgl akan segera ditutup pada 27 Maret 2019. Tanpa mendapatkan bayaran, para serdadu pembangunan di desa Bakubakulutak pernah mengeluh gotong royong membantu para prajurit TNImempercepat p embangunan jalan di Desa Bakubakulu.

"Dengan adanya kerja bakti, kami jadi semangat, ditambah lagi adanya anggota TNI membuat kami semakin ingin melihat rampungnya jalan desa,"kata Rasman yang tampak bersemangat meratakan bebatuan jalan. Hal senada disampaikan Kusnadi (40). Meski bantuan tenaganya tidak
seperti anggota TNI ataupun Polri, namun pihaknya berharap sumbangsihnya tersebut bisa mempercepat pembangunan jalan yang waktunya tinggal menghitung hari. "Kami hanya bisa membantu tenaga, harapan kami, akses jalan  bisacepat rampung karena kami ingin melihat akses jalan yang layak,"pungkasnya.

Terik matahari menyengat kulit para pekerja yang tengah mengerjakan perbaikan jembatan Desa Bobo Kecamatan Palolo Kabupaten Donggala. Walaupun demikian, namun semangat para pekerja terlihat tak kendur sedikitpun. Keringat nampak mengucur deras di kening mereka, namun tanpa mengeluh anggota Kodim 1306 Donggala dan warga bahu-membahu dalam menyukseskan pelaksanaan TMMD ke-104.

Dandim 1306 Donggala, Letkol Kav I Made Maha Yudhiksa yang ada di tengah-tengah para pekerja terus membakar semangat anggotanya dan juga warga.Menurutnya, terik matahari bukan menjadi halangan dalam membantu pemerintah melaksanakan pemerataan pembangunan, khususnya peningkatan perekonomian di pelosok desa."Kami sudah terbiasa melaksanakan tugas dan dihadapkan dengan medan berat, karena anggota TNI terlatih. Begitu juga kepada masyarakat.
Bahwa ini belumlah seberapa jika dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh untuk anak cucu kita. Mereka akan tahu bahwa orang tuanya turut serta membangun daerah ini untuk kesejahteraan bersama,” tegas Dandim.

Seperti diketahui, dari data Badan Pusat Statistik lebih dari 10 ribu desa di Indonesia masih memiliki infrastruktur jalan yang buruk. Bahkan terdapat lebih dari lima ribu desa/kelurahan dengan kondisi jalan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. Provinsi dengan jumlah desa paling banyak ditemukan jalan seperti ini yaitu di Papua, Sumatera Utara dan Kalimantan.

Sebagai gerbang indonesia, Pemkab Donggala gencar membangun jalan terutama desa-desa di pedalaman, sejalan dengan perogram kerja Pemkab Sigi, Kodim 1306/Dgl laksanakan pembangunan sasaran fisik yakni Jalan Penghubung, Jembatan dan kantor Desa 3 pilar. Kabupaten Sigi layak dan
pantas mendapatkan ini, terutama Desa Kapiroe, Bakubakulu dan Bobo. Harapan pemerintah ini dapat berjalan dengan lancar sampai tiba penutupan nanti.(*)
 
Top