mediaterobos.com 

Sumbar- Kondisi Danau Maninjau saat ini benar benar sangat memprihatinkan.Sampah yang dibuang ke danau,keramba jaring apung dan sisa pakan ikan,menjadi masalah yang sangat serius. Apalagi telah punahnya ikan Rinuak yang menjadi ikan endemic atau ikan yang menjadi ciri khas dari Danau Maninjau. 

Melihat dari latar belakang permasalahan inilah maka Danrem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P merasa terpanggil untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut dengan menggunakan BIOS 44 yang sudah terbukti berhasil diujicoba di beberapa daerah. Maka pada Hari Selasa tanggal 19 Februari 2019 Pukul 09.00 Wib diadakan sosialisasi Bios 44 dalam Acara Sinkronisasi Program/Kegiatan kelautan dan perikanan tahun 2020 dengan Kabupaten Kota di Ruang Privansen Hotel Bumi minang Jalan Bundo Kanduang kota Padang provinsi Sumatera Barat.

Adapun Pemberi Sosialisasi Bios 44  dipercayakan kepada Letkol Kav Salim Kurniawan Dewantara selaku Dandim 0309/Agam beserta Kapten Inf Chairul Muhammad, Pasiter Kodim 0304/Agam. Dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 70 orang ini juga diikuti oleh Kolonel Inf Budi Prasetyo (Kasi Ter Korem 032/Wbr), Yos merry (Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan) serta Kepala dinas perikanan dan kelautan seluruh Kabupaten dan kota se - Provinsi Sumatera Barat

Didalam paparan yang disajikan oleh Dandim 0304/Agam Letkol Kav Salim Kurniawan menjelaskan mengenai Aplikasi pemberian makan terhadap kolam ikan air deras atau keramba di Danau Maninjau menggunakan BIOS 44 yang bisa mengatasi kerusakan Danau yang selama ini diakibatkan oleh sisa endapan pakan ikan.
Cara penggunaan BIOS 44 tersebut yang pertama dilakukan adalah , ambil 0.5 liter Bios 44 dan larutkan dalam 5 liter air untuk rendaman makanan ikan.
Selanjutnya rendam makanan ikan dalam campuran Bios 44 selama 2-3 menit apabila pakan tersebut mengunakan pelet dan apabila makan ikan mengunakan usus ayam maka dapat direndam selama 10-15 menit. Setelah direndam pakan ikan yang mengunakan pelet kemudian diangkat dan ditiriskan. Berikan pada saat pemberian pakan ikan.
Untuk sisa rendaman air jangan dibuang bisa digunakan untuk merendam pakan ikan berikutnya atau dapat digunakan pada tanaman,demikian dijelaskannya.

Pada kesempatan ini dipaparkan juga hasil uji coba Bios 44 pada air danau Maninjau. Dari sample air danau Maninjau sebelum di beri Bios 44 hasil pemeriksaan labor UPTD labor kesehatan Padang menunjukan bahwa kandungan Nitrogen dalam bentuk Amoniak dan Nitrit di danau Maninjau sangat tinggi dan melebihi standar yang ditetapkan Kementrian Lingkungan Hidup. Kandungan Amoniak yang ditoleransi hanya di bawah 0,02 mg/liter, sementara di danau Maninjau terindentifikasi sekitar 0,037 mg/liter sedangkan Nitrit yg diperbolehkan 0,06 mg/liter. Tingginya kandungan Nitrogen inilah yang menyebabkan ikan keracunan dan akhirnya mati mendadak. Nitrogen merupakan unsur pembentuk penting dalam pakan ikan.
Dari sample kualitas air danau Maninjau setelah diberi Bios 44 menunjukan penurunan kadar kandungan Nitrit dari 0,037 mg menjadi 0,009 mg/liter, Kesadahan CaCO3 setelah diberi Bios matrik menyambung dan PH setelah diberi Bios 44 ada perubahan dari 6,99 menjadi 7,05.

Dandim 0304/Agam pada kegiatan ini juga menyampaikan akan membagikan tiap Kabupaten/Kota akan mendapatkan BIOS 44 sebanyak 100 Liter yang langsung bisa digunakan dan bisa diambil di Kodim 0304/Agam, tegasnya.

Menyikapi hal tersebut Kasiter rem 032/Wbr mengatakan "Saya akan menyampaikan kepada Dandim Jajaran Korem 032/Wbr untuk berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kelautan dan perikanan Kota/Kabupaten"

Kepala Dinas perikanan dan kelautan Provinsi Sumatera Barat tidak lupa juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Korem 032/Wirabraja.
"Saya sangat berterima Kasih kepada Korem 032/Wbr dan jajarannya dan juga Dandim 0304/Agam karena mau menyempatkan waktu untuk mensosialisasikan Program Bios 44 ini.

Pada Pukul 11.00 Wib kegiatan Sosialisasi Bios 44 selesai dalam keadaan aman,tertib dan lancar.(*)
 
Top