mediaterobos.com 

Kota Pariaman- Pemko Pariaman melalui Bagian Kesra Kota Pariaman serahkan Hadiah Maghrib Mengaji Tahun 2018 kepada masing - masing pengurus mesjid se – Kota Pariaman yang telah dinilai sebelumnya.

Acara penyerahan hadiah tersebut dibuka langsung oleh Sekdako Pariaman, Indra Sakti di Balairung Rumah Dinas Walikota Pariaman, Selasa (5/11).

Dalam sambutannya, Indra Sakti mengatakan bahwa untuk tetap menjalankan program gerakan maghrib mengaji, pemerintah daerah terus melakukan kunjungan atau safari ke seluruh masjid di tiap kecamatan secara bergiliran. Menurutnya, gerakan maghrib mengaji pada dasarnya tidak perlu ada unsur pemaksaan kepada masyarakat, melainkan kesadaran yang muncul dari hati manusia untuk bertakwa kepada Sang Pencipta.

"Menurut hasil penelitian, membaca Alquran sehabis magrib dan sesudah subuh dapat meningkatkan kecerdasan otak sampai 80 persen," ujarnya. Hal itu, karena pada waktu itu terdapat pergantian antara siang dan malam dan sebaliknya. Kemudian aktivitas tersebut juga terangkum tiga sekaligus yaitu membaca, mendengarkan dan melihat Alquran.

Dikatakannya bahwa, tujuan dari kegiatan magrib mengaji ini diadakan ialah sebagai bentuk upaya bagaimana mesjid bisa ramai oleh masyarakat baik di desa maupun kelurahan.

“Hampir 100 persen mesjid dan mushalla yang ada di Kota Pariaman aktif dalam kegiatan ibadah sholat maupun kegiatan keagamaan lainnya akan tetapi sepi jamaah, terangnya.

Ini merupakan tugas kita sebagai muslim dan muslimat untuk meramaikan mesjid dan mushalla di daerah kita masing-masing”, lanjutnya.

Kemarin kita mendapat juara 2 MTQ Tingkat Sumatera Barat, ini merupakan suatu kemajuan, potensi-potensi yang terlibat dalam MTQ tersebut adalah putra putri daerah Kota Pariaman.

“Kita bangga dengan potensi yang ada, tapi bangga saja tidak cukup diharapkan kedepan perlu dilakukan pembinaan, semoga semakin banyak melahirkan generasi islami di Kota Pariaman”, tukasnya.

Sementara itu, Kakankemenag Kota Pariaman, Muhammad Nur, mengatakan bahwa mesjid tidak bisa kita pisahkan dari dunia pendidikan.

“Mari kita jadikan mesjid sebagai lembaga pendidikan, karena yang rusak pada era sekarang ini adalah mental generasinya bukan fisik mesjidnya”, ketusnya.

Ia juga menambahkan bahwa perlu beberapa perbaikan dan evaluasi terhadap gerakan maghrib mengaji ini, pemerintah daerah telah melakukan dan menggagas program yang baik, namun partisipasi masyarakat memang masih rendah," kata dia.

Beberapa usulan yang diterima dan dapat dilakukan ujar dia, di antaranya menghidupkan kembali remaja masjid dan memberikan agenda khusus kepada para anak didik di kota itu.

Sementara itu, Kabag Kesra Kota Pariaman, Armaizal mengatakan penyerahan hadiah kepada yang juara Maghrib Mengaji ini untuk memberi semangat kepada pengurus agar selalu menghidupkan kegiatan keagamaan di mesjid yang ada di daerahnya masing – masing.

Armaizal juga menambahkan, aspek penilaian juara Maghrib Mengaji ini adalah penilaian kebersihan mesjid, struktur kepengurusan, aktif dalam kegiatan keagamaan dan ramai jamaah” ungkapnya.

Untuk hadiah yang diserahkan ialah juara 1 (satu) diberikan bantuan sebesar 20 juta rupiah, juara 2 (dua) 17,5 juta rupiah, juara 3 (tiga) 15 juta rupiah, juara harapan 1 (satu) 12,5 juta rupiah dan juara harapan 2 (dua) sebesar 10 juta rupiah, hadiah ini diberikan kepada mesjid yang terbaik dari 4 kecamatan se-Kota Pariaman, dimana sebelumnya telah dinilai oleh tim penilai dari Kakankemenag dan Kabag Kesra Kota Pariaman.

Hasil penilaian Maghrib Mengaji Tahun 2018, untuk masing-masing juara 1 (satu) dari Kecamatan se-Kota Pariaman tersebut ialah mesjid raya Subulussalam dari Desa Padang Birik – Birik Kecamatan Pariaman Utara, mesjid raya Sungai Pasak dari Desa Sungai Pasak Kecamatan Pariaman Timur, mesjid Nurul Islam dari Kelurahan Jalan Kereta Api Kecamatan Pariaman Tengah, mesjid raya Kampung Apar dari Desa Kampung Apar Kecamatan Pariaman Selatan.

Sumber: Kominfo Kota Pariaman
 
Top