PP,mediaterobos.com-Bertempat di Ruang Rimbawan II Gedung Manggala Wanabhakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), RI di Jakarta, Kamis, (23/8), Walikota Padang Panjang H. Hendri Arnis, BSBA memaparkan kinerja pemerintah kota ini dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. 

Hadir pada kesempatan itu Kepala Dinas Perkim LH Wita Desi Susanti, Kepala Dinas PUPR Yas Edi Zarwin, Kepala BPBD Erizal dan Kabid Penataan dan Penaatan Lingkungan Hidup Dinas Perkim LH Drs. Ridwan, MPd. 

Menurut Hendri Arnis, pemaparan ini menjadi tahapan akhir dalam penilaian Nirwasita Tantra Award 2018 dan Kota Padang Panjang menjadi salah satu dari 12 kota di Indonesia, nominator untuk meraih penghargaan itu.

Disebutkan, Nirwasita Tantra Award merupakan penghargaan yang diberikan pemerintah kepada kepala daerah yang dalam kepemimpinannya, berhasil merumuskan dan menerapkan kebijakan prinsip pembangunan berkelanjutan, sehingga mampu memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya.

Lebih jauh dijelaskan, penilaian awal untuk Nirwasita Tantra mengacu pada kelengkapan Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD) yang disusun setiap tahun oleh daerah. 

Lolos dari penilaian awal, Kota Padang Panjang memasuki tahap penilaian dokumen utama bersama 29 kota lainnya se Indonesia. Dan penilaian akhir berupa wawancara dengan kepala daerah yang hanya diikuti oleh 12 walikota nominator.

Penilaian ini dilakukan oleh Tim Penilai Independen yang dibentuk oleh Menteri LHK, melibatkan unsur akademisi (Prof. Hariadi Kartodiharjo, Prof. Soeryo Adi Wibowo, dan Prof. Lilik Budi Prasetyo), LSM (Chalid Muhammad dan Hendri Subagyo), dan media (Brigitta Isworo Laksmi). 

Walikota menambahkan, bahwa perbaikan kualitas lingkungan hidup menjadi prioritas di Kota Padang Panjang. Pihaknya punya komitmen tentang itu dan telah menyampaikannya ketika  presentasi di hadapan tim penilai. 

Agar upaya tersebut memberikan hasil sebagaimana yang dharapkan, katanya, maka kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah harus memperhatikan kondisi eksisting (status/state) lingkungan hidup terlebih dahulu. 

Lalu dilanjutkan dengan menganalisa faktor faktor  yang menjadi tekanan (presure), kemudian disikapi melalu rekomendasi kebijakan yang diwujudkan dalam berbagai inovasi program / kegiatan oleh berbagai elemen terkait. 

Dengan demikian pembangunan berkelanjutan akan dapat terwujud. "Kita bersyukur karena kinerja pengelolaan lingkungan hidup kita diapresiasi oleh pemerintah pusat," ungkap Hendri setelah acara tersebut. 

Sementara itu Wita Desi Susanti, menyebutkan,  kedepannya dalam pelaksanaan pembangunan, kualitas lingkungan harus betul betul menjadi perhatian utama, bagi pemerintah dan masyarakat Padang Panjang. 

"Kita bertanggungjawab mewariskan lingkungan hidup yang baik bagi generasi yang akan datang," katanya.

Terakhir Ridwan juga menambahkan,  dalam acara tersebut, Tim Penilai menggali lebih dalam lagi kinerja pengelolaan lingkungan hidup di Kota Padang Panjang melalui sesi diskusi dan wawancara dan diakhiri dengan foto bersama.(*)
 
Top