Sumbar, mediaterobos.com - Hiasan kepala laki-laki Minang peci menunjukkan status, apakah ia berstatus datuak atau tidak ?

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, mendadak singgah di Songket Silungkang sebelah SMP 1 Padang, jalan Sudirman khusus mencari peci khusus datuk, sebelum menghadiri acara alek batagak gala di Nagari Surantih Pessel, Sabtu (7/7/2018).

Wagub Nasrul Abit bersama ajudan mencari peci (kupiah) khusus untuk seorang datuk yang akan menghadiri acara adat Tagak Gala. Botik sederhana Songket Silungkang ini meletakan peci khusus datuk ini dalam satu lemari kaca dengan berbagai ukuran san model.

Beberapa coba dipakai dengan berbagai variasi hiasan Wakil Gubernur Nasrul Abit akhir memilih satu yang menurut seleranya pas, cocok dan enak dipakai.

Wagub Nasrul Abit disela sela itu menyapampaikan, pada acara formal dan informal di dalam suku, datuak harus menutup kepalanya dengan peci, untuk menunjukkan status dan wibawa. Ini yang menunjukkan status seseorang berbeda dengan yang lain dalam menjaga martabat kaum digalanggang ramai.

Peci dipakai dalam menghadiri acara biasa yang bersifat umum, tagak gala, dan acara pemerintahan yang menyebutkan peranan datuk dalam suku. Sementara saluak dipakai seseorang pada ada khusus budaya tagak galak, helat dalam kaum dan acara kebesaran adat yang lengkap dengan pakaian kebesaran juga, terang Wagub Nasrul Abit Dt. Malintang Panai.

Wagub menjelaskan, peci sebagai hiasan kepala laki-laki yang digunakan untuk sehari-hari antara anak-anak dan dewasa berbeda. Untuk anak-anak mengunakan deta, sedangkan laki-laki dewasa menggunakan peci (kupiah). Anak-anak menggunakan peci kalau pergi ke surau atau mengaji.

Pada acara-acara tertentu, misal acara pernikahan, datuak (pemimpin kaum) menggunakan peci yang dipadukan dengan jas. Saat ini, anak-anak sudah jarang menggunakan deta, kecuali pada acara-acara tertentu, acara kesenian di sekolah. Peci juga digunakan laki-laki dewasa ke mesjid tiap Salat Jumat atau hari biasa.

Semoga kebiasan budaya memakai peci dan kupiah bagi anak-anak minang menjadi sesuatu hal menarik dalam menjaga dan melestarikan kepribadian anak negeri dengan budaya ke timuran, ujarnya senang saat memakai peci baru khusus datuk dari Silungkang.
 
Top