Sumbar,mediaterobos.com-Pangdam 1/BB Mayjen TNI Ibnu Triwidodo beserta Danrem 032/Wbr Brigjen TNI  Mirza Agus.S.IP.Polda,Danlanud Sutan sjharir,Lantamal II,dan Gubernur Sumatera Irwan Prayetno menyambut kedatangan Wakil Presiden RI beserta Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla dalam rangka Peresmian Pembukaan Pertemuan Ilmiah Tahunan-Riset Kebencanaan Tahun 2018, di Universitas Andalas Padang (UNAND) dan Peresmian  pembukaan kegiatan pendampingan kewirausahaan 3.500 mahasiswa PTN/PTS se Sumatera barat tahun 2018 Di Universitas Negeri padang (UNP) Rabu, 2 Mei 2018.

Dalam acara tersebut di dampingi Gubernur sumatera barat Irwan Prayetno beserta ny. Nevi Zuairina Prayetno. 

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyampaikan bencana adalah musibah yang besar. "Bagaimana kita bisa mengatasi agar korban bercana dapat kita perkecil atau kita hindari," ujar Jusuf Kalla.

Selanjutnya, ada bencana yang tidak bisa dihindari, seperti gempa dan stunami.

"Bencana dapat kita rumuskan dalam dua hal, bencana akan alam dan bencana karena ulah manusia yang bisa juga menyebabkan bencana alam atau bencana sosial," ujar Jusuf Kalla.

"Dalam sejarah Indonesia modern, kita mengalami dan saya ikut serta dalam bagaimana penyelesaian 3 bencana besar, tentu yang terbesar stunami di Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 lalu," ujar Jusuf Kalla.

Lanjut Jusuf Kalla, gempa di Jawa Tengah, di Jogja pada tanggal 27 mei 2006, dan gempa di Sumatera Barat september 2009 lalu.

Lebih lanjut Jusuf Kalla, kalau bencana stunami yang meninggal lebih dari 200 ribu di Aceh, di Jogja paling banyak 6 ribu, di Sumatera Barat Padang 1.117.

Jusuf Kalla juga menyampaikan bencana itu sebenarnya sulit diprediksi tapi dapat diperkirakan.

"Kita tau bencana itu akan selalu datang, apakah gempa bumi, banjir lonsor dan lainya," ujar Jusuf Kalla.

Lanjut Jusuf Kalla, gempa tidak mematikan, yang mematikan bangunan, bangunan yang runtuh menyebabkan kematian.

Selain itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyampaikan, mudah-mudahan menjadi suatu bagian yang penting dan manfaat untuk Sumatera Barat.

Laporan, Febrin Anas Ismail menyampaikan tujuannya adalah menghimpun para ahli kebencanaan untuk memberikan kontribusi pemikiran, berbagi pengalaman dalam mengembangkan ilmu dan teknologi melalui pendidikan riset dasar dan terapan dari berbagai jenis dan karakteristik bencana yang hasilnya kelak akan bermanfaat untuk meningkatkan kemauan masyarakat dalam penanggulangan bencana.

Selanjutnya, tema Pertemuan Ilmiah Tahunan-Riset Kebencanaan Tahun 2018 adalah manajemen bencana untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Lebih lanjutnya, kegiatan yang dilakukan dalam pertemuan Ilmiah yang ke 5 ini, kegiatan perlombaan yang telah dilaksanakan bulan April-Mei, karya tulis tingkat mahasiswa ada 89 makalah yang masuk, rumah aman gempa ada 10 finalis, lomba ikan larangan ada 15 peserta, peresmian taman edukasi bencana yaitu taman terbuka yang berfungsi sebagai tempat bermain dan sekaligus tentang edukasi kebencanaan.Ry13./rel

    (Penrem 032/Wbr)
 
Top