Padang Panjang, mediaterobos.com – Para penyair se Asia Tenggara melebur dalam untaian puisi yang mereka bawakan, tepat di Halaman Rumah Gadang nan Indah, di PDIKM Kota Padang Panjang. Satu persatu mereka tampil pada acara Panggung Baca Puisi Penyair Asia Tenggara,jumat (4/5). Acara itu digelar usai Seminar Sastra Internasional yang mereka ikuti bersama sama.

Baretto Soares, penyair dari Timor Leste menjadi yang pertama,membacakan puisi berjudul Amor(cinta). Ia membawakan dalam dua bahasa yaitu Inggris dan Portugis. Baretto juga membawakan puisi dalam Bahasa Indonesia tentang Padang Panjang. Halaman PDIKM menjadi Panggung Bebas. Mereka bebas berekspresi saat membacakan puisi dimanapun, di sekitar Rumah Gadang. Ada yang bepuisi di Halaman, di Jenjang Rumah Gadang, di dekat Jendela, dan ada pula yang spontan mengajak Ibu Ibu yang memakai baju adat seketika menjadi bagian dari puisi yang mereka bawakan.

 Sementara, Rohani Bte Din Penyair dari Singapura membawakan puisi religi mengigatkan akan perangai manusia di Akhir Zaman. Bila merujuk pada puisi yang dibawakan Rohani Bte Din, maka puisi bisa menjadi media dakwah. Ia akan menyentuh kalbu bila sang penyair dengan hati membawakanmya. Sentuhan syair dari salah seorang Penyair Aceh berjudul Rencong pada hari itu juga membuat sejumlah orang yang mendengarkan menjadi terharu dan meneteskan air mata.

Puisi tentang rencong bercerita tentang kewibawaan masyarakat Aceh yang agamis serta representasi perjuangan rakyat aceh melawan penjajahan. Oleh karena itu, Puisi adalah "Bisa" yang tak mematikan tapi dapat menghujam ke dalam jiwa. (Pul/Gito).

 
Top