mediaterobos..com, Solsel- Polemik pembahasan sengketa lahan warga Jorong Lubuk Rasak, Nagari Persiapan Lubuk Gadang Tenggara , Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan dengan PT Selo Kencana Energi (PT SKE), yang merupakan perusahaan bergerak di bidang Penyuplai Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) yang mengembangkan kapasitas pembangkit Kabupaten Solok Selatan.

Kemarin,  Selasa (25/8/2020). melakukan Mediasi tersebut yang dilaksanakan di ruang Aula Kantor Bupati Solok Selatan. Rapat mediasi dipimpin langsung oleh Bupati Solok Selatan perwakilan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Hapison, SH.MM. dengan menghadirkan perwakilan masyarakat Jorong Lubuk Rasak dan perwakilan dari PT SKE, 

Menurut sraf Ahli Bupati Solok Selatan Hapison, SH.MM mengatakan, pihaknya dari awal sudah berkomitmen menyelesaikan masalah sengketa lahan tanah masyarakat tukar guling bodong tampa kejelasan.

"Sudah mau masuk 10 tahun PT SKE mengelola hingga sampai tahun 2020 ini belum ada kejelasan lahan masyarakat yang terpakai, dan dijanjikan akan diganti oleh PT SKE dengan lahan yang lain, tapi kenyataannya masyarakat merasa dibohongi dan ditipu maka pihak pemerintah Kabupaten Solok Selatan segera undang kedua belah pihak untuk mediasi." katanya kepada awak media.

Sementara, saat sidang berjalan, dari pihak masyarakat salah seorang masyarakatbEmra Sastra Yuda menyatakan punya bukti perjanjian PT SKE

"Saya sudah puluhan kali menuntut perjanjian yang dibuat oleh PT SKE mengenai tanah tukar guling dan menjanjikan saya bekerja di PT SKE dengan bukti surat tertulis diketahui dan ditandatangan langsung oleh Direktur PT SKE, " kata Emra Sastra Yuda 

Ia menambahkan,  saat dirinya membawa surat perjanjian itu kepada pihak PT SKE, Ia sering dibentak-bentak oleh pihak PT. SKE," keluh  Emra kepada Staf Ahli Bupati sebagai moderator pimpinan sidang mediasi. 

"Jadi tuntutan saya pada hari ini saya minta lahan saya dikembalikan seperti semula sudah capek kami ditipu terus-menerus selama 10 tahun oleh PT SKE." bebernya.

Dalam hal ini pihak masyarakat sudah meminta agar pihak perusahaan dapat mendengarkan apa maunya masyarakat. Tidak bisa juga pihak perusahaan hanya ingin didengarkan keinginan mereka saja.

“Alhamdulilah mediasi berjalan dengan baik meskipun tadi ada sedikit nada bicara masyarakat dan kuasa hukumnya yang tinggi tetapi, itukan belum tentu itu marah dan saat sidang mediasi tidak ada yang melakukan tindakan anarkis. Saya sampaikan kepada mereka (pihak perusahaan), bahwa kita berbisnis ini bukan mau ribut tetapi bagaimana kita bisa mencari jalan terbaik dengan kepala dingin dan berbisnis saling menguntungkan, jangan sampai masyarakat tempat kita berusaha menjadi resah dengan janji-janji yang belum dipenuhi." timpal Staf Ahli Bupati Solok Selatan Hapison, SH.MM

Dari mediasi yang berlangsung alot tampak tenang Staf Ahli Bupati Solsel dalam menangani pembahasan dalam mediasi dengan kepala dingin meredamkan emosional masyarakat.

“Kita juga minta ke masyarakat, untuk menghitung semua apa yang jadi tuntutan mereka serta kerugian masyarakat harus kita usahakan tuntas agar tidak terjadi kisruh berkepanjangan.” tegas Hapison sebagai moderator pimpinan sidang mediasi.

Sementara itu, Kuasa hukum masyarakat  dari Kantor Hukum dan Advokat Epson Bersahabat, Epi Syofyan,SH,MM menegaskan akan ada pertemuan lanjutan, dengan waktu jeda 20 hari, terhitung dari tanggal 25 Agustus 2020 sampai pada tanggal 14 September 2020.

 "Diminta pihak PT SKE harus wajib hadir pada tanggal 14 September 2020 sesuai jadwal perjanjian surat yang diketahui oleh Pemda, dinas DPMPTSP, wali nagari, camat, kuasa hukum masyarakat dan direktur PT SKE, jika pihak SKE tidak kooperatif dalam menyelesaikan persoalan ini maka masyarakat akan mengambil lahannya kembali", terang Epi Syofyan.yang digadang-gadangkan menyatakan diri bakal ikut meramaaikan pilkada Pesisir Selatan sebagai bacalon wakil Bupati.

Seperti diketahui, Dalam surat itu ada 10 tuntutan masyarakat nagari kepada pihak PT SKE yang wajib di penuhi pada tanggal 14 September 2020 yang akan mendatang

Ditempat terpisah, Pada hari yang sama Fahmi Salas Plan Menejer PT SKE menolak saat awak media meminta untuk wancara. Ia mengatakan dengan alasan banyak urusan lain. 

Wali Nagari Persiapan Lubuk Gadang, Syahril, MPd menyampaikan kepada wartawan usai mengikuti pertemuan tersebut, pihaknya sangat menghargai upaya yang telah dilakukan Pemkab Solok Selatan, hingga akhirnya pertemuan masyarakat dengan pihak perusahaan dapat dilakukan hari ini di Kantor Bupati Solok Selatan dengan mengeluarkan surat ketersediaan dari piham PT SKE untuk menerima 10 usulan Masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini berkat faslitasi Pemkab Solok Selatan kita dapat menyampaikan 10 tuntutan masyarakat kami yang akan ada kejelasaan saat tanggal 14 September 2020 mendatang. Jika tidak ada tanggapan dan tidak datang Direktur dari PT SKE masyarakat kita akan ambil kembali lahannya," tutup Wali Nagari Persiapan Lubuk Gadang, Syahril, MPd.(***)




 
Top