mediaterobos.com, Solsel- Plt. Bupati Solok Selatan (Solsel) Abdul Rahman menyerahkan sertifikat secara simbolis kepada lima orang perwakilan dari masyarakat Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Jumat (10/7/2020).


Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan dalam kegiatan Penyerahan Sertifikat Untuk Rakyat secara virtual tahun 2020 di Kabupaten Solok Selatan , Kabupaten Sijunjung dan Kota Padang di Provinsi Sumatera Barat. Disaksikan oleh Menteri Agraria dan Tata ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil, serta para pejabat tinggi di kementerian tersebut.


Menteri ATR/BPN Sofyan A Djalil Menekankan agar sisa sertifikat yang diserahkan secara simbolis tersebut secepatnya diserahkan kepada yang berhak.


"Sisanya betul-betul diperhatikan dan diterima kepada yang berhak. Jangan sampai disimpan dikantor Desa atau BPN," katanya.


Menurutnya, sertifikat tersebut digunakan sebagai instrumen mendapatkan akses finansial selain sebagai kepastian hukum jika terjadi konflik atas tanah.


Plt. Bupati Solsel Abdul Rahman mengatakan berdasarkan laporan Kepala Kantor Pertanahan Solsel penyerahan sertifikat ini merupakan tindak lanjut dari program nasional pendaftaran tanah sistematis lengkap.


"Untuk Kabupaten Solok Selatan terdapat target 2000 bidang tanah dan 1000 sertifikat hak atas tanah berlokasi di nagari Pakan Rabaa dan Pakan Rabaa Tangah kecamatan KPGD," kata Abdul Rahman.


Menurutnya, penerbitan sertifikat tersebut memberi kekuatan bagi masyarakat terkait kepastian hak atas tanah, serta langkah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.


"Kita Patut bersyukur bahwa tahun ini, tahun ini kembali menyaksikan realisasi kinerja dari dari kementerian Agraria dan tata ruang/BPN Khususnya Kantor Pertanahan Solsel yang telah bekerja keras untuk mewujudkannya," katanya.


Dia juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah pusat melalui kementerian ATR/BPN untuk terus memperhatikan dan mendukung Kabupaten Solsel dalam program tersebut, termasuk penganggarannya.


Kepada masyarakat imbuhnya, agar dapat menjaga dan memanfaatkan sertifikat yang diterima tersebut sebaik-baiknya.


"Mudah-mudahan dapat dipergunakan untuk modal usaha bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan keluarga," katanya.


Ketua DPRD Solsel Zigo Rolanda mengatakan sangat mendukung program pemerintah dalam program penerbitan sertifikat tersebut.


"Dengan penerbitan sertifikat hak atas tanah ini, bisa mencegah konflik atas tanah, serta instrumen untuk mendapatkan bantuan modal bagi masyarakat," katanya.


Di tempat yang sama Kepala Kantor Pertanahan Nasional Solsel Rivaldi mengatakan penertiban sertifikat tahun 2020 ini berkurang dari tahun 2019 sebanyak 2200 sertifikat.


"Tahun ini hanya dapat sebanyak 1500 sertifikat, itupun berkurang sebanyak 500 karena anggarannya terserap untuk penanganan Covid-19, sehingga tahun 2020 ini hanya bisa diserahkan 1000 Sertifikat," katanya.


Dia menambahkan ditahun 2021 pihaknya menargetkan menerbitkan 10 ribu sertifikat untuk memenuhi target kementerian menuntaskan pendaftaran tanah di Solok Selatan Tahun 2024.


Diyan Safitri (35) salah seorang warga yang menerima sertifikat secara simbolis tersebut mengatakan sudah tidak ada lagi rasa was-was kalau tanahnya tersebut suatu saat digugat orang lain.


"Terima kasih Pak Bupati Abdul Rahman, terima kasih BPN, status tanah kami sudah jelas, dan bisa kami gunakan untuk menambah modal usaha untuk peningkatan ekonomi keluarga," katanya. (Adv)

 
Top