mediaterobos.com, Padang Aro- Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Solok Selatan tinjau langsung proyek revitalisasi kawasan seribu rumah gadang, di nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solsel, Provinsi Sumatera Barat.

"Saya secara lembaga dan atas nama pimpinan DPRD Solok Selatan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah mengalokasikan anggaran untuk revitalisasi Kawasan Saribu Rumah Gadang dan mendorong bisa selesai tepat waktu," ujar Wakil Ketua DPRD Solok Selatan Armen Syahjohan di Padang Aro, Kamis.

Hal itu ia sampaikan usai melakukan kunjungan pelaksanaan revitalisasi rumah gadang di massa reses sidang ketiga yang dilakukan di setiap daerah pemilihan (Dapil). Untuk anggota DPRD dari Dapil III melakukan kunjungan salah satunya ke revitalisasi Kawasan Saribu Rumah Gadang di Nagari Koto Baru.

Anggota DPRD yang melakukan kunjungan, yakni Armen Syahjohan dari Gerindra, Yendri Susanto dari PAN, Edi Susanto dari Partai Berkarya, Albert Arifin dari Demokrat, Roni Ismaji dari Golkar, Mon Nofrizal dari PKS, Afrizal Datuk Rajo Jalil dari PPP, Zulfikar Erawandi dari NasDem, Wahyu Hidayat dari PBB.

Ia menambahkan, mengingat pelaksanaan revitalisasi Kawasan Saribu Rumah Gadang berada di Dapil III, maka anggota DPRD Solok Selatan yang berasal dari Dapil III merasa terpanggil untuk mengawasi dan mendorong agar proyek tersebut bisa berjalan dengan baik.

"Salah satu adalah pengawasan sumber kayu yang digunakan sebab baru-baru ini terjadi banjir bandang luapan sungai Batang Bangko yang penyebabnya diduga karena adanya penebangan liar," ujarnya 

Anggota DPRD Solok Selatan dari Daerah Pemilihan III melakukan kunjungan ke revitalisasi rumah gadang di Kawasan Saribu Rumah Gadang di Nagari Koto Baru, Kec. Sungai Pagu, Kamis (9/7). )Setelah ditanya kepada pelaksana proyek PT Wisana Mitra Karya, katanya bahwa kayu-kayu yang digunakan untuk pembugaran rumah gadang merupakan kayu legal dan sesuai kriteria.

"Kunjungan ini juga untuk mencari jawaban atas pemberitaan dan kabar di media sosial yang menyebutkan bahwa kayu yang digunakan tidak sesuai dengan kriteria," ujarnya. (Men)
 
Top