mediterobos.com, Solok Selatan- Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit menyatakan bahwa pekerjaan ruas jalan yang menghubungkan Solok Selatan menuju Dharmasraya melalui Abai - Sungai Dareh akan terus dilanjutkan setiap tahunnya.

Penegasan ini disampaikan ketika menjawab pertanyaan tokoh masyarakat Nagari Lubuk Ulang Aling, Solok Selatan, Bujang Antoni beserta Wali Nagari Julhendri, dalam dialog singkatnya pada kunjungan kerja ke daerah paling ujung di Solsel, Jumat (12/6/2020).

"Yang pasti, program lanjutan jalan ini masuk terus setiap tahunnya. Apalagi tadi saya lihat anggarannya mencapai 300 Miliar lebih hingga tuntas. Dengan anggaran terbatas, tentu akan kita lakukan secara bertahap," jawab Nasrul Abit, yang hadir bersama Plt Bupati Solsel Abdul Rahman, Camat Sangir Batang Hari (SBH) Gurhanadi, dan rombongan lainnya.

Wagub mengakui bahwa pada awalnya kelanjutan ruas tersebut telah masuk dalam prioritas pembangunan infrastruktur melalui Kemenko Kemaritiman. Namun entah kenapa, dalam rapat terakhir yang tidak ia ikuti di Jakarta tersebut, ternyata ruas jalan Abai - Sungai Dareh ini tidak jadi masuk pada tahun ini.

Untuk itu, ia dan rombongan sengaja kembali melihat langsung ke lapangan sebagai bahan pada rapat dengan Kemenko Kemaritiman.
"Saya sengaja mengajak bidang terkait ke lapangan. Kita cek dan kita ambil fotonya untuk bahan yang disampaikan dalam rapat vidcon dengan kemenko kemaritiman. Kita tentu meminta, ruas ini kembali masuk dalam prioritas dianggarkan oleh kementerian," terangnya.

Sementara itu Plt Bupati Solsel Abdul Rahman mengatakan bahwa ruas jalan propinsi yang melalui beberapa nagari di SBH tersebut sangat strategis, dikarenakan akan menghubungkan daerah Solsel dengan jalur lintas sumatera di Dharmasraya.

Terlebih lagi, menurutnya selama ini ruas jalan tersebut sangat sulit dilewati, bahkan oleh kendaraan double gardan sekalipun. Sehingga masyarakat lebih memilih kendaraan sejenis perahu timpek untuk beraktifitas keluar daerah tersebut.

Untuk itu, ia pun berharap agar pengerjaan jalan tersebut terus dilanjutkan setiap tahunnya hingga tuntas.

Plt. Bupati juga menyampaikan apresiasinya kepada pihak-pihak terkait yang telah mendorong pengerjaan jalan tersebut pada tahun 2019 silam.

"Tentu kita mengapresiasi pihak-pihak yang telah berupaya melanjutkan pembangunan ruas jalan ini, baik dari unsur kemenko kemaritiman, pihak pemprov, jajaran pemkab, dan juga dukungan masyarakat, sehingga Rp 24 Miliar telah terealisasi pada tahun kemarin," ujar Rahman.

Menurutnya, masih ada 35 Km lagi jalan propinsi belum diaspal di ruas tersebut. Ditambah dengan pembangunan jembatan sebanyak 5 unit lagi, dimana saat ini jembatan tersebut masih bersifat darurat dari kayu.

Selanjutnya, Andi dari Satker PJN 2 Sumbar Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Padang menginformasikan bahwa tahun 2019 silam telah dikerjakan kegiatan pengaspalan jalan sejauh 2,5 Km yang dimulai dari Trans Dusun Tangah, serta pengerasan jalan sepanjang 5 Km, beserta perbaikan beberapa sisi kiri dan kanan jalan dengan pagu dana Rp. 24 Miliar.

Dan untuk menuntaskan itu, menurutnya masih dibutuhkan anggaran hingga Rp 300 Miliar lagi guna pengaspalan jalan sejauh 34 Km lagi, serta pengerjaan 5 unit jembatan permanen lagi. (men)

NASIONAL

 
Top