mediaterobos.com, Solsel- Bantuan sembako yang yang berada di gudang Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari Solok Selatan, dipersiapkan untuk masyarakat yang tidak menerima bantuan langsung tunai (BLT) dari berbagai skema bantuan yang ada. Belum dibagikannya bantuan tersebut, untuk menghindari terjadinya pembagian bantuan ganda.

"Sembako tetsebut sengaja kita persiapkan untuk masyatakat yang tidak mendapatkan BLT. Termasuk beras sebanyak 105 ton yang dicadangkan di gudang Bulog. Ditambah dengan bantuan sembako dari berbagai perusahaan," kata Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari Solok Selatan, Zulkarnaini di Padang Aro, Sabtu (16/5).

Sedangkan untuk masyarakat yang membutuhkan, dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalan Pengawasan (PDP). Menurutnya, sudah disalurkan bantuannya kepada yang berhak berupa sembako.
Pihaknya mengakui, karena berbagai faktor, kemungkinan nanti tentu masih ada masyarakat yang tidak mendapatkan salah satu dari berbagai sumber bantuan yang ada. Sehingga itu semua perlu dicadangkan beras dan sembako untuk bantuannya.

"Kita sudah diwanti-wanti oleh Plt Bupati Solok Selatan, agar sembako ini disiapkan untuk masyarakat yang tidak mendapatkan BLT. Jangan sampai ada warga yang tidak makan akibat dampak covid ini," jelasnya.

Untuk teknisnya, silahkan masyarakat yang betul-betul butuh sembako didata atau melaporkan diri ke pemerintahan di jorong atau nagari. Setelah itu nagari melaporkannya ke Dinas Sosial. Setelah data tersedia, langsung diserahkan kepada masyarakat.

Saat ini lanjut Zulkarnaini bantuan PKH, sembako dari Kemensos RI, dan BLT Propinsi sudah mulai digulirkan berbagai nagari. Sedangkan, BLT dari Kemensos RI masih menunggu validasi dari pemerintah pusat.

Zulkarnaini menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu validasi dari pihak Kemensos RI. Datanya sudah dikirim beberapa minggu lalu. Namun belum juga dikirim data hasil validasinya. Sedang data BLT kabupaten dan administrasi pencairanannya sudah disiapkan, namun belum dicairkan karena menunggu ketetapan Kemensos RI.

"Jika BLT kabupaten kita bagikan, ternyata data yang dikirim ke Kemensos tidak semuanya divalidasi. Maka sisanya sisa yang tidak tervalidasi tersebut tidak mendapat bantuan. Maka dari itu, kita menunggu hasil valid data tersebut agar yang tidak masuk bisa terakomodir," jelasnya.

Sebelumnya, Plt Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman juga menegaskan bantuan tersebut memang sengaja disiapkan untuk masyarakat yang tidak mendapatkan BLT dan PKH. Semua ini tidak ada maksud lain, bahkan siapa saja nanti silahkan bagikan bantuan tersebut.

"Jika BLT nanti sudah tersalur semuanya, setelah itu bantuan sembako silahkan dibagi oleh siapa saja. Silahkan siapa saja membaginya langsung ke masyarakat. Yang penting nama dan alamatnya jelas sesuai usulan pihak kenagarian dan dinas Sosial," ujar Rahman.

Ia menambahkan, diperkirakan 77 persen masyarakat mendapatkan BLT. Dan sisanya tentu harus disiapkan skenario bantuan lain. Termasuk skenario bantuan beras dan sembako yang sudah disiapkan. Baik di gudang Bulog maupun gudang Dinas Sosial. Dan itu semua dilakukan setelah pembagian BLT selesai, agar tidak ada penerimaan ganda.

Ia juga meminta, semua pihak untuk saling bersinergi dalam kondisi sulit seperti ini l, "sinergitas kita sangat dibutuhkan saat sulit ini. Jika memang ada yang diperlukan, pihak terkait lain bisa hubungi saya langsung. Kita komunikasikan dengan baik," pungkasnya.
 
Top