mediaterobos.com, Solsel- Jelang hari raya Idul Fitri, Sabtu (23/5/2020), Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari berbagi tali asih dengan pemulang yang tinggal dekat pembuangan sampah di pasar Padang Aro.

Pemulung tersebut bernama, Hendra Jaya (48) Warga Liki, Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir. Sejak bercerai dengan sang istri dalam kehidupan sehari-hari dirinya bersama seorang putranya yang masih berumur 13 tahun selalu berpindah-pindah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dia mengaku, sudah tiga minggu ini tinggal ditenda terpal dan tidur beralaskan tanah disamping tumpukan sampah dekat pasar Padang Aro ini.

"Sudah tiga minggu saya dan anak saya disini karena sejak pisah dengan istri, saya tak punya tempat tinggal. Dan pekerjaan saya saat ini menjadi pemulung, mengumpulkan barang-barang bekas untuk dijual kembali. Dari hasil itulah dipergunakan untuk biaya hidup, dengan penghasilan Rp 30 ribu per harinya," katanya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari Solok Selatan, Zulkarnaini saat menyerahkan bantuan sembako kepada Hendra Jaya mengatakan sangat prihatin dengan kondisi yang diamalaminya saat ini. Menurutnya, ini merupakan tanggung jawab bersama dan ini wajib mendapat perhatian.

"Ketika pemulung ini mencari sampah, dia sering bermalam berminggu-minggu. Hingga tinggal ditenda terpal yang beralaskan tanah," katanya.

Pihak Dinas Sosiak pun menawarkan bantuan pembangunan tempat tinggal jika dia memiliki tanah. Akan tetapi Hendra tidak memiliki sejengkal tanah pun, untuk kebutuhan sehari maksimal ia hanya mampu menghasilkan 100 kg barang bekas.

"Penghasilan jadi pemulung, kisaran Rp30 ribu hingga Rp50 ribu perhari. Dia sering berpindah-pindah hingga di tujuh kecamatan, di Solok Selatan," bebernya.

Dinas Sosial akan mengusahakan tanah dan pembangunan tempat tinggal untuk Hendra Jaya. Diharapkan, juga ada uluran tangan dermawan dalam mewujudkan tempat tinggal untuk Hendra Jaya ini.

NASIONAL

 
Top