TEROBOS

Solsel- Delapan kenagarian persiapan di Solok selatan masih terganjal untuk di depenitikan, karena belum siapnya naskah akademis dan peta kenagarian itu. 

Sedangkan naskah ranperda untuk mendepenitifkan nagari pesiapan itu ditarget akhir bulan maret ini akan di naikan ke DPRD.

Hal itu disampaikan Kadis 
Sosial, PMD/N Solok Selatan Zulkarnain usai pelantikan 6 (enam) Pejabat (Pj) Wali Nagari se-Solok Selatan di aula Sarantau Sasurambi, Jumat 20 Maret 2020 kemaren sore.

“untuk mendepenitifkan nagari persiapan yang ada di Solsel, masih terkendala oleh naskah akademis yang tengah dikerjakan oleh Unand Padang, serta perbaikan peta nagari yang di kerjakan oleh Pemerintah Provinsi Sumbar,” kata Zulkarnain kepada media ini. 

Menurut Zulkarnain, pihaknya akan kejar target sesuai jadwal untuk mendepenitifkan 8 kenagarian persiapan. Bahkan berkas untuk Perda pendepenitifan nagari persiapkan itu akhir maret ini akan dinaikan ke DPRD.

Menurut Zulkarnain keterlambatan ini dikarenakan pengerjaan peta oleh MCAI dulunya banyak yang tidak sesuai, saat ini tengah diperbaiki oleh pihak Pemerintah Provinsi Sumbar. 

Selain itu, kajian akademis oleh Unanda juga tengah dikerjakan. Ketika ditanya, terkait keterlambatan menetapkan nagari persiapan ini menjadi depenitif akan mempengaruhi pada kinerja pemerintahan nagari.

"Semua itu tidak akan terjadi. Bahkan direncanakan pada Agustus tahun ini, nagari persiapan itu sudah menjadi nagari depenitif, “ demikian target Zulkarnaini.

Sementara itu, Pejabat wali nagari dari enam nagari yang saat ini wali nagarinya sudah habis masa tugas dilantik oleh Plt. Bupati Solsel yang diwakili Asisten I, Dr. H. Fidel Efendi adalah, Bendriyono sebagai Pejabat Wali Nagari Pasir Talang Barat, Efrizal sebagai Pejabat Wali Nagari Pasar Muara Labuh, Endi Triseva sebagai Pejabat Wali Nagari Pulakek Koto Bar. Berikutnya, Ferry Eka Satria sebagai Pejabat Wali Nagari Kapau Alam Pauh Duo, Rapilus sebagai Pejabat Wali Nagari Luak Kapau Alam Pauh Duo, dan Purwanto sebagai Pejabat Wali Nagari Talao.

Fidel Efendi yang membacakan sambutan Plt. Bupati Solsel, H. Abdul Rahman mengatakan, bahwa PNS yang ditambahi tugas sebagai pejabat wali nagari diharapkan untuk dapat melakukan tugas sebaik-baiknya. Bahkan pada pejabat diminta untuk dapat menjaga harmonisasi masyarakat dan mampu mendorong masyarakat untuk dapat melakukan usaha pembangunan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

"Berbagai isu terbaru dan untuk menghadapi Pilkada serentak kepada pejabat wali nagari yang mayoritas adalah PNS diminta untuk berhati-hati, jangan sampai terbawa arus percaturan politik", cakap Fidel Efendi. 

Hadir pada pelantikan Pejabat Wali Nagari se-Solsel itu, Forkopimda, Kadis Sosial, PMD/N Zulkarnain serta Camat yang nagarinya dilantik pejabat walinagarinya. (men)
 
Top