Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno akhirnya kunjungi korban banjir bandang di Kabupaten Solok Selatan.

"Beberapakali banjir terjadi di daerah ini, dan mengakibatkan dua rumah hanyut ada infrastruktur yang rusak yaitu jalan dan jembatan. Sudah  ditangani untuk sementara," ungkapnya kepada wartawan saat menyerahkan bantuan di posko bencana, Selasa (17/12/2019).

Bagi yang rumahnya terdampak bahkan hanyut, sementara kita carikan kontrakan selama setahun. Nanti bantuan yang diserahkan oleh berbagai pihak itu bisa digunakan.

Sedang untuk pertanian pemerintah memberikan bantuan berupa benih dan pupuk, lalu bantuan dari BPBD bisa digunakan untuk membersihkan sisa bencana. Bantuan bertambah sebanyak Rp400 juta dari Baznas, dari Dinas Sosial, juga ada bantuan dari dinas Pangan.

Irwan menyebut secara umum sudah dapat diatasi 

"23 Desember, pemprov, BNPB akan adakan rapat memanggil seluruh bupati dan walikota untuk pencegahan bencana seperti banjir bandang yang terus berulang tiap tahunnya," ungkap Irwan.

"Kita usahakan di hulu sungai tidak terhalang kayu ataupun batu sehingga sungai meluap dan itu yang menjadi banjir bandang," terangnya.

Ia mengatakan jika bencana banjir yang disebabkan curah hujan yang deras itu bukan kehendak kita. Tak bisa dicegah kalau itu.

Ia menyarankan masyarakat jangan menetap atau membangun rumah di tempat yang rentan. Jika hujan deras segera mengungsi. 

Sementara berkenaan yang menyebabkan banjir adanya tambang liar, Irwan ingin membuktikan hal tersebut dahulu. Jika yang merusak dan melakukan ilegal logging itu adalah perusahaan pastinya itu membahayakan jika ada perusahaan dan legal tentunya harus ada amdal. "Jika terjadi perusakan harus ditindaklanjuti," ujarnya.

Sementara itu korban yang rumahnya hanyut, Nola (26) mengatakan sejauh ini ia sudah mendapatkan bantuan logistik. Namun ia berharap dapat bantuan rumah, sebab saat ini ia dan keluarganya mengungsi di rumah neneknya.

Nola bercerita bahwa saat itu hujan mulai deras sekitar tengah malam, dan subuh rumah semi permanen yang baru dua tahun dibangunnya hanyut dibawa arus banjir.

"Tak ada korban jiwa, hanya saja barang dan peralatan rumah tangga ikut terseret," ungkapnya.
 
Top