mediaterobos.com 

Solsel- Bawaslu Kabupaten Solok Selatan telah mengadakan acara Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Berbasis Seni dan Budaya, bertempat di Wisma Ummi Kalsum Muaralabuh. 

Ketua Koordinator Kegiatan Bawaslu Kabupaten Solok Selatan Admi Munandar, SSi menyatakan bahwa acara tersebut mendatangkan empat nara sumber yaitu, Asisten I Sekkdakab Solok Selatan DR. Fidel Effendi,  Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Solok Selatan  Hari Trisna, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM)  Solok Selatan Ir. Noviar Dt. Rajo Endah, dan Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP)  SUMBAR,Arwin. Peserta yang hadir sebanyak 61 orang yang berasal dari KAN Pasir Talang dan KAN Koto Baru, serta dari komunitas Seni dan Budaya di Kabupaten Solok Selatan. 

Sebelum acara dibuka, tamu dan undangan disambut dengan Tari Pasambahan. 
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Solok Selatan Muhammad Ansyar, SHi. 

DR. Fidel Effendi menyatakan bahwa peran serta masyarakat secara aktif sangat menentukan dalam era demokrasi sesuai amanah reformasi. Peranserta masyarakat terutama komunitas seni dan budaya sangat penting, karena komunitas ini dapat mengumpulkan orang dalam jumlah yang banyak pada satu titik tertentu, sehingga kampanye pengawasan Bawaslu dapat langsung menyentuh masyarakat guna mewujudkan Pemilu Kada yang jurdil dan berkualitas. 

Hari Trisna juga menyampaikan hal yang senada dengan Fidel Effendi, dan mendukung tumbuhnya komunitas seni dan budaya di Kabupaten Solok Selatan. 

Ir. Noviar Dt. Rajo Endah lebih menitikberatkan pada hasil pemilu. Menurut Noviar Dt. Rajo Endah pemilu yang diadakan sekali dalam lima tahun adalah ajang evaluasi bagi masyarakat guna menghasilkan hasil pemilu yang berkualitas.  Noviar menghimbau agar masyarakat tidak terjebak oleh kepentingan sesaat. 

Sementara itu Ketua KIPP Sumbar Arwin lebih menitikberatkan pada pengawasan partisipatif. Arwin menyatakan bahwa peran serta masyarakat secara aktif melalui berbagai bentuk sangat dibutuhkan guna mewujudkan pemilu yang jurdil dan berkualitas. 

Pemaparan dari para nara sumber telah membuka inspirasi bagi para peserta. Peserta merasa telah mendapatkan ilmu pengetahuan tentang begitu berartinya peran serta masyarakat dalam pelaksanaan kedaulatan rakyat, dan bertekad untuk mensosialisasikannya kepada masyarakat dilingkungan masing-masing, sebagaimana yang dikatakan oleh Pedi Sarimo dari Bukit Sikumpa Pauh Duo Nan Batigo, dan Siman dari Abai Sangir. 

Acara Sosialisasi Pengawasan Partisioatif Berbasis Seni dan Budaya ditutup secara resmi oleh Ade Kurnia Zelly Komisioner Bawaslu Kabupaten Solok Selatan. 
 
Top