mediaterobos.com Solok Selatan- Bupati Solok Selatan (Solsel) H. Muzni Zakaria mengatakan, kunci keberhasil sumber daya manusia di Solsel terletak pada kulitas tenaga pendidik.

Hal itu disampaikannya saat membuka acara Indonesia Milenial Teacher Festival yang diadakan di Halaman Kantor Bupati setempat, Kamis pagi, (12/9).

Muzni menyebutkan, kualitas guru sebagai tenaga pendidik sangat menentukan bagaimana generasi emas solok selatan ke depannya. Untuk itu melalui acara seminar yang dihadiri lebih kurang 2.500 guru tersebut, ia berharap kualitas tenaga pendidik di solok selatan kedepannya akan lebih baik.

Disamping itu, Muzni juga berpesan oagar orang tua dapat mengawasi anaknya dalam menggunakan handphone (HP), karena menurutnya penggunaan HP pada anak-anak yang tidak terbatas mengakibatkan perkembangan diri yang kurang baik.

Dalam kesempatan itu, Bupati Muzni mendapat penghargaan sebagai Tokoh Sahabat Guru dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Indonesia dan Pemerhati Anak yang diserakan langsung oleh Ketua LPAI Kak Seto Mulyadi.

Sementar itu, Kak Seto Mulyadi sebagai narasumber dalam seminar itu, menyebutkan, semua anak pada dasarnya cerdas. Dan bagaimana anak-anak kedepannya, tergantung kepada orang tua dan guru dalam mendidik anak tersebut.

Ia menghimbau, agar guru dapat menghargai kreatifitas anak-anak didiknya, karena menurutnya kecerdasan intelektual bukanlah segala-halanya, masih banyak kecerdasan lain yang ada pada anak diantaranya, kecerdasan moral, kecerdasan bermain musik.

“Anak-anak sering dijadikan remote kontrol, harus begini harus begitu. Anak anak harus diberi ruang untuk bermain.” Tuturnya.

Ia juga menyebutkan, pendidikan pertama bagi anak usia dini adalah di keluarga.

Disamping itu, ia juga menyarankan agar anak-anak yang masih mengemban pendidikan agar tidak diberikan HP, karena kalau anak-anak terlalu banyak bermain gadget dapat mengakibatkan anak kurang berkembang.

Ia menyebutkan, kunci sukses mendidik anak adalah kreatif proses belanjar mengajar, selain itu, orang tua dan guru harus menjadi idola bagi anaknya. (Bus)
 
Top