mediaterobos.com 

Donggala- Istilah TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) mungkin merupakan istilah yang agak asing bagi masyarakat secara umum khusunya bagi masyarakat  yang sudah memasuki usia 40 tahun ke atas. Karena sebelumya Istilah tersebut lebih terkenal dengan sebutan tentara masuk desa, atau lebih tepatnya ABRI Masuk Desa (AMD) pada dekade 1980-1998 . Pengubahan istilah dari AMD ke TMMD berjalan seiring reogranisasi ABRI pada masa reformasi

Selain itu , Kegiatan TMMD juga merupakan usaha dari wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, lema manunggal berarti menjadi satu dalam sikap dan tingkah laku. Hal ini merupakan keniscayaan karena tentara sendiri lahir dari rakyat. “Keberhasilan TNI Manunggal Membangun Desa yang menjangkau pelosok-pelosok desa di beberapa wilayah di Indonesia tidak lepas dari konsep kemanunggalan dengan rakyat yang telah menjadi ciri khas jati diri dan kepribadian TNI yang dilahirkan dari rakyat,” Ujar Pasi Ter Kodim 1306/Donggala Kapten Inf Sjafroni (09/03).

Kegiatan TMMD kemudian menjadi Operasi Bhakti TNI yang dilaksanakan secara terpadu setiap tahun. Kegiatan ini mengedepankan kepentingan masyarakat dan juga implementasi kegiatan gotong royong secara utuh, karena lewat TMMD merupakan kegiatan linsta sektoral, bersama pemerintah daerah dan masyarakat.(*)
 
Top