mediaterobos.com 

Solsel- dasar pelaksanaan sosialisasi ini berdasarkan UU No.41/2014 perubahan dari UU No.14/2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Dimana didalam pasal 18, menyinggung tentang pencegahan pemotongan sapi betina produktif.

pertumbuhan sapi di Solsel cenderung mengalami penurunan. Dia membandingkan tahun 1990-an pertumbuhan sapi di Solsel sekitar 13 persen per tahun dan pada 2016 tahun lalu, pertumbuhan sapi di Solsel tinggal 4 persen per tahun. Ini karena tingginya pemotongan sapi betina produktif, baik itu di RPH maupun yang dipotong di luar RPH.

“Saya sangat prihatin kalau terjadi pembiaran. Kalau ini terus terjadi , maka 5 – 10 tahun kedepan populasi sapi potong akan habis. Saat ini, secara nasional pertumbuhan sapi sisa 0,2 persen. Kita patut prihatin dengan angka tersebut,”

Dikatakan Dinas Pertanian Solsel selama ini sudah melakukan upaya pencegahan pemotongan sapi betina produktif dengan melakukan pertemuan dan kerjasama dengan pihak kepolisian 2 tahun yang lalu. Pertemuan ini dilakukan dalam rangka bersama-sama melakukan pengawasan terhadap pemotongan sapi produktif. Tapi belum berjalan maksimal.

Namun dengan adanya kerjasama baru-baru ini antara Dirjen PKH Kementerian Pertanian RI dengan Mabes Polri maka berharap sosialisasi larangan pemotongan sapi betina produktif ini sudah bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Mudah-mudahan dengan kerjasama yang dilakukan dengan pihak kepolisian dan satpol PP sosialisasi larangan pemotongan sapi betina produktif ini bisa berjalan maksimal.(*)
 
Top