mediaterobos.com Jatisari- Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, saat seorang kakek tengah merapihkan hamparan basecourse di jalan depan rumah yang terletak di RT 001/RW 05, Kampung Pucung, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Sabtu (2/3). Basecourse tersebut merupakan bagian dari pengerjaan pengecoran ruas Jalan Terus Bagol yang dikerjakan oleh Satgas TMMD Reguler Ke-104 tahun 2019 di wilayah Kodim 0507/Bekasi, Korem 051/Wijayakarta, Kodam Jaya/Jayakarta.

Berbekal cangkul lusuh miliknya, sang kakek terlihat merapihkan basecourse seorang diri. Lokasinya terletak agak jauh dari lokasi pengecoran tahap pertama ruas jalan tersebut. Namun, ia tidak peduli. Usai menggunakan pacul, ia menggantinya dengan sekop untuk menaikkan sisa-sisa basecourse yang masi berserakan. Sang istri turut menemaninya sore itu, namun hanya dari teras rumah sederhana miliknya. Di teras itu juga terlihat hamparan teko berisi air putih, teh manis serta gelas dan camilan yang dihidangkan untuk Satgas TMMD dan warga yang mengerjakan perbaikkan dan pengecoran jalan tersebut.

Selang beberapa waktu, kakek itu sadar dirinya tengah diamati oleh tim liput Satgas TMMD Reguler ke-104 tahun 2019 Kodim 0507/Bekasi. Bergegas ia menaruh sekopnya dan memanggil kami untuk singgah sebentar di teras rumahnya. “Nama saya Esin, umur 74 tahun. Kita mah asli orang sini, udah puluhan tahun tinggal di sini dari kecil. Ini kanan-kiri, ke belakangan itu juga saudara semua. Orangtua saya rumahnya di belakang rumah saya,” tutur Esin membuka percakapan.

Esin menuturkan, meski usianya tak muda lagi, namun ia merasa cukup sehat untuk turut bersama warga mengerjakan perbaikan jalan kampungnya. Terlebih, ia merasa sebagai ‘putra daerah’ yang wajib membangun kampungnya. “Ini jalan (Terusan Bagol) banyak yang pake, tapi kondisinya emang sudah rusak dah. Licin kalau buat jalan pas hujan. Nah kemarenan ada kabar kata Pak RT ini jalan bakal dibenerin, bocah-bocah kita suruh pada bantuin dah, jangan sampai kagak, karena kita aja yang tua juga bantuin,” tutur anak kedua dari 14 bersaudara yang terkadang harus mengulang pembicaraan karena fungsi pendengarannya sudah berkurang ini.

Sebagai orang asli Kampung Cakung, Esin berterima kasih kepada TNI AD dan Satgas TMMD yang telah memilih kampungnya sebagai lokasi pelaksanaan perbaikkan jalan dan rumah tidak layak huni. “Terima kasih banget kampung kita sudah dibenerin. Senang kita lihatnya, resep aja gitu kampung dicakepin lagi,” pungkasnya.(*)
 
Top