mediaterobos.com 

Donggala- Beratnya pekerjaan jalan penghubung yang panjangnya 11,5 Km menghubungkan antara Desa Bakubakulu dan Desa Bobo membuat satgas baik TNI maupun masyarakat nampak kelelahan. Apalagi mereka harus melakukan peletakan bronjong dengan mengisi batu secara manual. Tentu saja mereka memerlukan istirahat untuk memulihkan tenaganya agar dapat bekerja lagi.

Salah satunya adalah Kopda Hendrik yang merasa kelelahan karena selain capek juga tenaganya sudah terforsir sejak sebelum kegiatan TMMD 104 dibuka. Tanpa sadar iapun tertidur di balai rumah warga. Nampak sekali ia menikmati tidurnya dengan pulas. Bahkan ia tak sadar ada kamera mengintai tidurnya.

Setelah terbangun ia baru sadar jika di depannya duduk seorang wartawan Palu yang ingin wawancara seputaran TMMD. Iapun nampak kaget yang dilihat di depannya.

"Oh maaf mas saya tertidur tadi. Soalnya badan pada sakit dan capek-capek karena lelah. Maklum kegiatan ini saya lakukan sebelum TMMD 104 ini dibuka," Kata Kopda Hendrik, Jumat (8/3/19) sambil malu-malu.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa program TMMD dalam pengerjaan pembukaan jalan penghubung ini sudah merambah pembuatan Jembatan II karena Jembatan I sudah jadi.

"Sekarang kita sudah mulai pengerjaan jembatan II dan insya Allah dua hari lagi jembatan ini selesai," Pungkasnya. (EDTR)
 
Top