H.Episantoso, SP,  Ketua Baznas Kota Padang

mediaterobos.com 

Padang- Pemahaman  dan minat ummat Islam membayar zakat melalui amil zakat (Baca : Baznas Padang) cendrung terus meningkat.

Tiap tahun bertambah jumlah muzakki (pembayar zakat) membayar zakat harta atau zakat profesi mereka  ke Baznas Padang.

Semakin banyaknya para muzakki menunaikan kewajibannya melalui amil zakat, bertanda sosialisasi  tentang zakat semakin luas dan menyentuh semua aspek masyarakat.

"Membayar zakat bagi orang yang memiliki harta  adalah kewajiban mutlak (rukun iman ke empat). Tentu bila harta yang dimiliki seseorang telah memenuhi dua syarat," kata Ketua Baznas Padang, H. Episantoso, SP menjawab wartawan  Selasa, 26 Maret 2019 di ruang kerjanya.

Menurut Episantoso, syarat  pertama, harta tersebut mesti sudah sampai nisabnya (ukuran wajib zakat). Kemudian syarat kedua, setelah dihitung harta zakat dimaksut ternyata sudah sampai haulnya (waktu pemilikan harta satu tahun).

Menanggapi adanya berbeda pendapat  tentang penghitungan  zakat, apakah bruto (pendapatan kotor) atau pendapatan netto (bersih)?

H. Episantoso bersama empat pimpinan lain yang telah sukses mengelola zakat melalui Baznas Padang menjelaskan,  secara umum penghitungan zakat di Indonesia memakai bruto (pendapatan kotor).

"Bahkan di Malaysia dan Arab Saudi  pun pembayaran zakat memakai  rumus penghitungan  bruto. Pendapatan kotor," tegas alumni Unand ini.

Lalu kapan seseorang dinyatakan sudah wajib membayar zakat? Dalil yang kuat diistimbatkan pada zakat emas.

Kalau kita telah memiliki emas seberat 85 geram dan emas itu sudah sampai haulnya satu tahun, maka kata pemilik Trafel Umrah dan Haji  PT. Rindu Baitullah itu, zakat emas tersebut sudah wajib dikeluarkan sebesar 2,5 persen.

Atau bila dirinci dengan memakai harga rupiah, ulas Episantoso, seseorang yang telah memiliki penghasilan kotor satu tahun sebesar 51 juta, sudah wajiblah baginya mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen.

Jika dihitung perbulan, berapa pula pendapatan seseorang dengan jumlah kotor dia telah wajibkan  membayar zakat?

"Dalam kontek ini  memang ada perbedaan pendapat ulama. Ada yang berpendapat jika kita sudah memperoleh  penghasilan Rp.4,3 juta sebulan, kewajiban membayar zakat 2,5 persen telah wajib. Dan inilah pendapat  yang  bersifat umum dan berlaku selama ini," timpal Episantoso. (Awkar)
 
Top