Kapolres Solok Selatan, AKBP Imam Yuliadianto didampingi Wakapolres Kompol Ediwarman dan Kasat Reskrim AKP Mochammad Rosidi dalam keterangan persnya terkait kasus pencurian di Nagari Lubuk Gadang Timur, Sabtu (23/2) di Mapolres Solok Selatan.rifki

mediaterobos.com Solok Selatan- Kasus pencurian yang menghebohkan warga Lubuk Gadang Timur, yang terjadi tiga minggu lalu, akhirnya terpecahkan. Pelakunya ternyata bukan 'kolor ijo', bukan 'babi ngepet', bukan tuyul, juga bukan orang sakti yang bisa menghilang. Pencurinya hanya 'maling biasa'. Jajaran Satreskrim Polres Solok Selatan sudah berhasil menangkapnya.

Cerita 'maling sakti' itu dimulai semenjak awal Februari. Semenjak kasus hilangnya emas perhiasan seorang warga Tanjung Harapan Nagari Lubuk Gadang Timur, Kecamatan Sangir, bernama Nurdaini. Jumlahnya cukup banyak, 74 emas. Terdiri dari kalung, cincin dan gelang. Kalau diuangkan, Rp100 juta lebih. Emas itu, disimpan di tempat paling rahasia di rumah Nurdaini. Di bawah ubin kamar tidurnya. Semenjak itu cerita dikalangan warga bersileweran. Banyak versi. Banyak bumbu.

Akhir minggu kemarin, cerita itu sudah terhenti. Kebenaran dikuak jajaran Satreskrim Polres Solok Selatan. Pelakunya, ternyata komplotan. Terdiri dari enam orang yang berbagi peran. YR (19), warga Lubuk Gadang Timur dan SM (23) warga Sungai Kunyit. Keduanya pelaku utama, bertugas mengambil barang korban. Kemudian, LA (22) warga SBJ, AS (23) warga SBH dan HM (32) warga SJJ, bertugas mengamankan barang curian dan mencari pembeli. AR (23) warga Pariaman sebagai penadah.

Dalam keterangan persnya, Sabtu (23/2) di Mapolres Solok Selatan, Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto didampingi Kasat Reskrim AKP Mochammad Rosidi, mengatakan ke enam pelaku berhasil ditangkap di empat lokasi berbeda. YR dan SM di tangkap di Kota Padang pada Rabu (20/2). Hari berikutnya, Kamis (21/2), LA, AS dan AR ditangkap di Sangir Jujuan dan Abai. Tersangka HM ditangkap Jumat (22/2) di Dharmasraya.

Bersama pelaku diamankan barang bukti berupa dua unit kendaraan roda dua Yamaha RX king yang digunakan sebagai alat dalam melancarkan aksinya, lima buah handphone dan empat lempeng emas serta satu cincin dengan berat 178,3 gram.

Masuk melalui loteng
Dalam kesempatan itu, Kapolres Solok Selatan, AKBP Imam Yulisdianto menjelaskan, kejadian bermula saat tersangka berinisial YR (19) mendapatkan informasi korban Nurdaini memiliki sebuah tempat penyimpanan emas rahasia di dalam salah satu ruangan tempat tidurnya. Setelah itu YR menghubungi SM (23) dan terjadilah mufakat jahat keduanya untuk melakukan pencurian terhadap korban.

Pada Senin 4 Februari 2019 sore, YR menyusun rencana pencurian bersama SM. Pada Selasa 5 Februari 2019 subuh mereka menuju rumah korban dan selanjutnya tersangka YR memanjat rumah korban lewat belakang, sedangkan SM berjaga di sekitar lokasi sambil menunggu rekannya.

Kemudian pelaku YR bersembunyi di atas loteng sembari menunggu korban pergi dari rumah. Sekitar pukul 09.00 WIB, korban keluar rumah sehingga saat itu rumah dalam keadaan kosong dan tersangka YR turun dari atas loteng untuk melanjutkan aksinya.

Sampai di kamar korban YR langsung memeriksa ke bawah tempat tidur dan di dapati satu ubin lantai yang agak berongga, dan setelah di buka, ternyata memang ada emas di dalamnya. YR langsung mengambilnya dan melarikan diri bersama SM yang sudah menunggu di sekitar lokasi.

Perhiasan emas yang dicuri oleh pelaku itu adalah satu gelang, satu kalung dan liontin beserta tiga cincin sebanyak 74 emas.

Setelah berhasil, YR dan SM menghubungi rekan-rekanya yang lain, LA, AS dan HM, untuk mencarikan pembeli. Akhirnya mereka menemukan  tersangka AR yang bersedia sebagai pembeli.

"Kepada para tersangka disangkakan melanggar Pasal 363 Jo Pasal 480 dengan ancaman pidana Paling lama 7 Tahun Penjara," Pungkas Kapolres.(536/men)
 
Top