mediaterobos.com Solsel- Aula Polres Solok Selatan di kawasan Golden Arm, tidak sanggup menampung luapan jemaah. Teras aula dan halaman samping aula terpaksa dijadikan tempat duduk, setelah sejumlah tenda di luar aula pun penuh sesak masyarakat. Tabligh akbar kebangsaan yang diadakan Kapolres Solok Selatan, AKBP. Imam Yulisdianto, Kamis (14/2), betul-betul 'pecah'.

Dalam sambutannya, Kapolres Solok Selatan, AKBP Imam Yulisdianto menyampaikan, kegiatan tabligh akbar itu dilakukan dalam rangka menghadapi pemilu 2019.  Makanya,  tema yang diangkat adalah 'melalui pemilu damai badunsanak 2019 kita tingkatkan ukhwah islamiyah dalam menjaga keutuhan NKRI'. " Harapan kita adalah, kegiatan ini bisa merekat dan mempererat tali silarurrahmi. Sehingga menghadapi pemilu nanti, kita tidak akan terbelah karena perbedaan pilihan," katanya.

Disampaikannya, polisi dalam melaksanakan tugasnya dalam mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat, tidak bisa lepas dari dukungan masyarakat. "Kami senantiasa berupaya menjalin silaturrahmi, subuh keliling, jumat keliling dan lainnya supaya bisa terus dekat dengan masyarakat," katanya.

Bupati Solok Selatan, H. Muzni Zakaria, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan yang digelar Polres Solok Selatan tersebut, penting dalam upaya menciptakan suasana kondusif menjelang pemilu. "Semangat kebersamaan dan silaturrahmi yang terjalin ini, harus kita tularkan di lingkungan kita masing-masing," himbau Muzni.

Dalam tabligh akbar itu, dihadirkan tiga orang penceramah. Yakni ulama Sumbar, Buya Ristawardi Djarmias, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solsel, Syarkawi dan penceramah dari Kemenag Solok Selatan, Mahadolok Ritonga.(536/men)
 
Top