PARIWARA PEMKAB SOLOK SELATAN


Solok Selatan (Solsel) sukses menjadi tuan rumah Tour de Singkarak (TdS) 2018 rute VII sebagai lokasi finish, Sabtu (10/11/2018). Sebelum dimulai rute Solsel, beberapa hari jelang helatan. Beberapa kalangan khawatir dengan kondisi banyaknya badan jalan yang masih berlubang.


Namun, sehari jelang helatan TdS di Solsel lubang badan jalan tersebut sudah ditambal sulam. "Saya apresiasi dan ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam Iven TdS ini sehingga sukses Solsel sebagai tuan rumah," kata Wabup Solsel, Abdul Rahman.

Ia mengatakan, dari 81 pebalap yang ikut dalam rute VII Padang Panjang - Solsel berjarak 194,4 kilometer (km) tidak ada yang mengalami kecelakaan hingga finis di depan kantor bupati setempat. "Kami bersyukur tidak ada 'accident' dan cuaca pun cerah," ucapnya.

Sementara, Kapolres Solsel AKBP Imam Yulisdianto mendapatkan penghormatan dari panitia TdS 2018, selaku Kepala Pengamanan jalur rute VII di Solsel yang sukses mengamankan jalur itu. Sekitar 229 personil polisi disiagakan dari 64 titik lokasi pengamanan.

Imam langsung memberikan hadiah kepada juara pertama rute ini, Jay Dutton dari St. George Continental Cycling Team dengan catatan waktu 05:08:21. "Saya berharap agar tahun depan dipersiapkan lebih matang lagi. Terutama badan jalan, sehingga kenyamanan serta promosi wisata maksimal. Dampaknya, demam TdS terasa hingga kepelosok Solsel," katanya.

Diposisi kedua pada etape ini ditempati, Oleksandr Polivoda dari Ningxia Sport Lotterry Livall Cycling Team China. Posisi ketiga, Thanakhan Chaiyasombat dari Thailand Continental Cycling Team

Usai melintas dirute terpendek pada etape ke Enam kemarin, sebanyak 81 pembalap yang tersisa, kembali dihadapi dengan rute terpanjang kedua pada etape ke Tujuh, Sabtu 10 November 2018.

Etape ketujuh yang mengambil rute Padang Panjang - Solok Selatan ini, memiliki total panjang lintasan sejauh 194.4 kilometer. Ini merupakan rute terpanjang kedua setelah etape ke II dari Sawahlunto - Dharmasraya dengan panjang lintasan 204.1 kilometer.

Selain merupakan rute terpanjang kedua, etape ke Tujuh ini, juga merupakan salah satu rute terberat. Seluruh pembalap akan melintasi dua titik King Of Mountain yang terdapat di Batudalam dan Lubuk Selasih. Pendakian di jalur ini cukup menguras tenaga. Selain itu, juga ada tiga titik sprin yang dihadapi oleh pembalap. Masing-masing di Singkarak, Surian dan Muara Labuh.

Meski terbilang rute panjang dan cukup berat, namun seluruh pembalap mendapatkan bonus penambah enegi, yakni pemandangan alam yang luar biasa. Selain kembali melintas di objek wisata Danau Singkarak, pembalap juga dapat menikmati keindahan area kebun teh, dan sejumlah objek wisata lainnya.

Hingga etape ke Tujuh, Tour de Singkarak, pembalap berdarah Australia atas nama Jesse Ewart dari Sapura Cycling Team Malaysia masih kokoh mempimpin puncak klasemen sementara dengan total akumulasi waktu 22.29.29.

Jesse harus tetap tampil konsisten hingga etape akhir, jika tak ingin gelar juara lepas dari tangannya. Pasalnya, pembalap bernama Phounsavath Ariya dari Thailand Continental Cycling Team sepertinya mampu menempel catatan waktu jessey. Total waktu yang dibukukan Phounsavath yakni 22.29.51, disusul urutan ketiga, pembalap bernama Holler Nikodemus dari Bike Aid Germany Team denan total waktu 22.30.09

Sementara untuk Best Indonesia Rider masih dipegang Hibatullah Jamal yang memperkuat PGN. Jamal membukukan total waktu 2.35.37, disusul Fikri Azka Mohammad dari ACC dengan total waktu 2.35.37 dan posisi ketiga diamakan Jamalidin Novardianto dari PGN dengan total waktu 2.36.65.

Sebelumnya, di etape ke enam dengan panjang lintasan 15o kilometer dari Kota Solok menuju Payakumbuh, Pembalap Hendrick Clint dari Bike Aid Germany berhasil merebut podium pertama dengan torehan waktu 2.33.42.

Disusul Dua pembalap dari Tim Ningxia Sports Lottery Livall Cycling China atas nama Nieto Edgar dan Enkhtaivan Bolor Erdene. Keduanya berhasil merebut podium juara dua dan tiga setelah finish dengan catatan waktu sama yakni 2.33.42.

Catatan waktu kedua pembalap ini, juga sama dengan catatan waktu yang diraih Pembalap Hendrick Clint dari Bike Aid Germany yang merebut podium pertama etape ke Enam dengan torehan waktu 2.33.42. Hanya saja, berdasarkan sensor dari alat timing system operator, roda sepeda Hendrick Clint, terlebih dahulu menyentuh garis finish.

Timing system operator sendiri merupakan alat yang digunakan di Tour de Singkarak, yang difungsikan untuk merekam dan membaca kecepatan masing-masing pembalap. Alat ini, terkoneksi dengan alat transponder yang dipasang di sepeda pembalap.(men)

































 
Top