mediaterobos.com 

Solsel- Wakil Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat, Abdul Rahman mengatakan Kabupaten itu masih berstatus sebagai salah satu daerah tertinggal di Indonesia karena kurang inovasi dalam mengelola sumber daya alam.

"Daerah tertinggal identik dengan kemiskinan karena salah satu indikator tertinggal adalah Indek Pembangunan Manusia (IPM) seperti kesehatan, pendidikan dan pendapatan per kapita. Untuk itu perlu inovasi agar semua indikator tersebut terpenuhi," katanya di Padang Aro, Selasa.

Dia mengatakan, Solok Selatan terkenal kaya sumber daya alam seperti tanah subur, perkebunan luas dan kandungan barang-barang tambang seperti emas dan biji besi.

Selanjutnya juga banyak potensi wisata seperti budaya dan alam tetapi mengapa masih tertinggal.

Menurut dia, sumber daya alam tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakatnya dan sudah banyak buktinya.

Yang menjadi persoalan Solok Selatan, ungkapnya selama ini masyarakat dimanjakan oleh alam karena sejak dahulu semua kebutuhan sehari-hari hampir 70 persen disajikan alam.

Sebagai contoh, katanya, untuk memenuhi kebutuhan lauk pauk masyarakat cukup ke sungai untuk menangkap ikan dan bisa juga berburu kijang, rusa di hutan.

Selain itu, sayuran juga tidak perlu ditanam tetapi sudah tumbuh sendirinya dan itu kebanyakan dipekarangan rumah.

Hutan yang dulunya bisa menyediakan kebutuhan sekarang sudah berubah jadi perkebunan. Begitu juga dengan ikan di sungai ditangkap dengan racun sehingga punah.

"Sekarang kompleksitas kehidupan berkembang dan alam tidak mampu lagi menyediakan kebutuhan kita sehingga harus ada inovasi untuk memenuhinya," ujarnya.

Dia menambahkan, inovasi sebagai solusi dari keterpurukan, keterbelakangan yang terjadi saat ini.

Semuanya, katanya, mesti bertanggung jawab bagaimana mengelola potensi yang ada didesa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Kabid Pemberdayaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Sumatera Barat Firmanto mengatakan inovasi desa merupakan salah satu program yang dicetuskan Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk menjadikan desa menjadi berkualitas.

Tujuannya untuk merangsang aktor pembangunan desa atau nagari untuk menggenjot pembangunan baik secara fisik maupun non fisik, termasuk salah satunya pemberdayaan masyarakat.

"Melalui bursa inovasi desa kita bisa berbagi kreatifitas dan ini bisa dibawa ke Musrenbang tingkat nagari. Lalu pimpinan masyarakat di nagari agar bisa memanfaatkan dana desa untuk sebuah program inovasi. Karena tujuan Kemendes mengalokasikan dana desa, 25-30 persennya untuk program pemberdayaan ini," ujarnya. (*)
 
Top