mediaterobos.com 

Solsel- Ibu rumah tangga harus lenyap ditangan mantan suaminya, peristiwa itu terjadi Senin (1/10), smalam.

Nyawa Resti Nova Dilla, 21, tak tertolong lagi, karena sebilah pisau yang menusuk dibagian perutnga berkali-kali, sedangkan oelaku kabur setelah membunuh istrinya.

"Warga hendak mencoba mengamankan pelaku di rumah orang tuanya,nytanya malah mendapatkan perlawanan dan dibanting pelaku," ujar Hendri Alamsyah, tokoh masyarakat Sungaipagu kepada media ini di Mudiaklolo Timur, Selasa (2/10).

Meski sudab lima kali oeristiwa pembunhhan, tapi polisi belum mampu mengungkapnya. Namun kali ini pelaku sudah diketahui dan diharapkan bisa tertangkap dalam waktu dekatm

"Sekarang pelakunya sudah jelas dan diharapkan aparat penegak hukum segera menangkapnya," tegasnya.

Pasangan suami istri yang sudah pisah selama dua tahun ini, sempat cekcok didepan pintu rumah. Pelaku minta balik kembali seperti sebelumnya, namun adiknya menolak untuk rujuk kembali.

Tidak lama kemudian terdengar suara teriakan minta tolong, hingga membuat tetangga korban berhamburan keluar rumah.

"Ketika korban berteriak minta tolong, saya dan warga sekitar berhampuran. Namun pelaku kabur, ketika saya melihat adik saya tergelatak dan berlumuran darah didepan rumah," kenangnya menangis.

Saat itu katanya, korban masih bisa bicara sambil minta tolong dan menunjuk kearah tersangka melarikan diri. Malam itu juga korban langsung dilarikan ke RSUD Solok Selatan. Sayang, diperjalanan nyawa korban tidak bisa ditolong akibat tusukan benda tajam menancap di bagian jantungnya.

"Adik saya tak bisa tertilong lagi, diperjalanan dia tiada," kata Maistri kakak korban.

Pagi harinya keluarga korban, lanjut Maistri Elfita, melaporkan kejadian ini kepihak berwajib, ke Kapolsek Sungai Pagu.

"Paginya keluarga kami melaporkan kejadian pembunuhan ini ke pihak berwajib," terangnya.

Korban dan pelaku sudah dua tahun pisah, dan memiliki satu anak yang sudah berusia 2 tahun.

Mereka bercerai karena keluarga ini tidak lagi harmonis dan terjadi perceraian. Atas informasi sementara, diduga ditolak istri untuk rujuk. Hingga pelaku melakukan pembunuhan.

Sebulan lamanya, cerita kakak korban itu, mantan suami korban mencoba melakukan pendekatan dan membujuk agar mau menerimanya kembali dan rujuk.

Namun korban tidak melayaninya didalam rumah hanya diluar pekarangan rumah saja, pelaku beralasan dia sering datang kesana ingin melihat anaknya.

"Mungkin saja, alasan tak mau rujuk. Adik saya dibunuh dan kami sekeluarga berharap polisi segera menangkap pelaku," ulasnya.

Salah seorang niniak mamam, Hendrivon Wakil Sutan Nahkodo, menyebutkan, pagi menjelang subuh, sejumlah pemuda nagari langsung mengambil tindakan dan mencari keberadaan tersangka.

Kerja keras pemuda membuahkan hasil dan tersangka dipergoki oleh pemuda setempat di Jorong Lasuang Batu,Nagari Kapau Alam Pauhduo di rumah orang tuanya.

"Saat diminta menyerahkan diri, malah pelaku melakukam perlawan dan kabur ke kebun karet," katanya.

Dikarenakan badan tersangka kekar dan memiliki kekuatan sehingga tubuhnya terlepas dari pegangan pemuda, bahkan dua pemuda terpelanting serta terluka, sehingga tersangka melarikan diri kearah hutan melalui kebun karet warga.

"Pelaku kabur, setelah melukai dua pemuda Mudiaklolo Timur," ucapnya.

Terpisah, Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yusdiantoro,melalui Kapolsek Sungai Pagu AKP Handwel membenarkan kasus pembunuhan itu.

Pihaknya masih melakukan pengejaran kebebrapa titik yang diangaap tempat bersembunyi tersangka, dan pada intinya anggota siap siang dan malam. Tersangka harus tertangkap.

Atas laporan itu pihaknya bersama anggota langsung menuju kelokasi kejadian,dan mengumpulkan barang bukti kasus peristiwa pembunuhan tersebut.

"Korban mengalami luka tusuk tiga kali diarah perut dan satu kali didada menembus jantung korban. Kita segera menangkap pelaku," imbuhnya. (tno/men)
 
Top