mediaterobos.com 

Solsel- Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, mengharapkan adanya sinergi dan kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mengatasi permasalahan kesehatan di daerah itu.

"Permasalahan kesehatan tidak bisa selesai oleh daerah saja, sehingga sinergi dan kolaborasi dengan perguruan tingga bisa menjadi solusi," kata Asisten III Bidang Ekonomi Pembangunan, Epli Rahmat di Padang Aro, Senin.

Dia mengatakan sebanyak 481 mahasiwa fakultas kedokteran (FK) Universitas Andalas (Unand) Padang melakukan pengabdian atau Aesculapiu Tens (AT) kepada masyarakat Solok Selatan di kawasan Saribu Rumah Gadang.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut dilaksanakan dalam rangka dies natalis FK Unanda ke-63 2018.

Menurut dia Unand sebagai perguruan tinggi non vokasi terbaik di Sumatera, selalu melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mempraktekkan dan mengembangkan ilmu yang bermanfaat.

"Hal ini diharapapkan dapat memberikan inpsirasi, solusi dan ide bagi pemerintah daerah dalam upaya mempercepat pembangunan di bidang kesehatan," ujarnya.

Dekan Fakultas Kedokteran Unand, Wirsma Arif Harahap menyebutkan, Kabupaten Solok Selatan khususnya kawasan Saribu Rumah Gadang dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan AT karena kawasan tersebut masih asri dan adat istiadat Minangkabau betul-betul nampak di kawasan tersebut.

"Sebelumnya saya sudah pernah ke sini, dan saya sangat terkesan dengan kawasan saribu rumah gadang, ketika mulai mengaktifkan kegiatan AT saya pilih Solok Selatan karena kita melihat masyarakat di sini masih menjalankan adat istiadat budaya Minangkabau, masih lebih murni dibandingkan daerah lain," ujarnya.

Ia berharap mahasiswa FK Unand bisa mengenal budaya alam Minangkabau, di samping juga bisa mengabdikan ilmu pengetahuan yang didapat di bangku perkuliahan kepada masyarakat sekitar.

Di samping itu kabupaten Solok Selatan masih perlu penguatan dalam bidang kesehatan, terutama peran serta dan peningkatan partisipasi masyarakat.

Diantara yang akan diberikannya pelatihan kepada Kelompok Siaga Bencana dan Pemandu wisata untuk menyelamatkan atau memberikan pertolongan pertama jika ada wisatawan yang tiba-tiba kecelakaan atau pingsan.

Kegiatan AT melaksanakan berbagai program berupa pengabdian dan penelitian seperti pendeteksian penyakit tidak menular, deteksi dini berbagai penyakit, dan edukasi oleh beberapa dokter konsultan dari Unand.

Sebanyak 546 orang dari FK Unand yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Solok Selatan terdiri dari 481 mahasiswa, 50 dosen dan 15 orang tenaga kependidikan.

Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah deteksi dini stunting, koleosis tulang bengkok, gangguan fisus pada anak, gizi dan testikologi pada anak SMA, deteksi gizi 1.000 hari pertama kelahiran, deteksi dini penyakit generatif, bibir sumbing dan katarak yang nantinya akan dioperasi di rumah sakit Universitas Andalas. (*)

Sumber: Antara Sumbar
 
Top