Solsel- Jumlah peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencapai 48 juta tenaga kerja dan sebagian besar berasal dari perusahaan besar dan menengah.

"Perusahaan besar menengah sudah menjadi peserta kami dan yang belum menjadi peserta rata-rata dari perusahaan kecil, mikro dan informal dan ini yang menjadi tantangan kami kedepannya," kata Deputy Director of Membership Management Zainudin saat Gathering Mitra Strategis di Bandung, Rabu.

Dia mengatakan tenaga kerja perusahaan kecil, mikro dan informal ada sekitar 70 juta, potensi itu yang akan dirangkul untuk menjadi peserta.

Selain itu, katanya, pihaknya juga sedang mengenalkan jaminan sosial terhadap tenaga kerja Imdonesia yang bekerja diluar negeri.

"Untuk tenaga kerja di luar negeri ada sekitar 300 ribu sudah mendapat jaminan sosial," katanya.

Tenaga kerja Indonesia yang legal, katanya ada sekitar 1,2 juta lebih sedangkan yang ilegal jumlahnya lebih banyak lagi dan sekarang sedang ditertibkan pemerintah.

Menurut dia, tenaga kerja luar negeri banyak yang belum paham dengan BPJS Ketenagakerjaan sebab saat dikenalkan mereka membayangkan itu sama dengan BPJS kesehatan.

Selain itu, katanya, masyarakat juga masih banyak yang belum paham tentang BPJS Ketenagakerjaan sehingga mempengaruhi kepesertaan.

Sementara itu Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbar-Riau Eko Yuyulianda mengatakan untuk wilayahnya sudah terdaftat 1,2 juta tenaga kerja dan masih ada potensi sekitar tiga juta lagi.

Untuk menggaet potensi tersebut pihaknya akan menggiatkan sosialisasi sehingga lebih dikenal sehingga semua pekerja mendapat jaminan sosial. (*)


Sumber Antara Sumbar
 
Top