Solsel- Ketua Klinik Industri Kecil dan Menengah (IKM) Provinsi Sumatera Barat, Fahmi mengatakan untuk jadi pengusaha sebaiknya karena hobi dan kesenangan supaya dalam bekerja tidak karena paksaan.

"Kalau profesi itu disenangi maka didapat kepuasan dan kita tidak akan menjadi bosan sehingga ada inovasi untuk mengembangkan produk yang sedang dibuat," kata dia saat menjadi narasumber sosialisasi inovasi produk unggulan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) di Padang Aro, Senin.

Dia mengatakan untuk jadi pengusaha jangan karena melihat orang sukses atau tuntutan ekonomi, tapi sebaiknya karena hobi atau sesuatu yang disenangi.

Untuk jadi pengusaha sukses katanya, harus memenuhi tiga hal yaitu kemauan, bekerja sungguh-sungguh dan disiplin.

"Mengapa pengusaha di Sumbar selalu ketinggalan adalah faktor disiplin. Disiplin adalah modal utama untuk menjadi pengusaha sukses, karena kedisiplinan sangat penting dalam menjalankan usaha," ujarnya.

Selain itu katanya, dalam bekerja harus karena kerelaan dan tidak ada paksaan supaya hasilnya memuaskan dan sesuai harapan.

Selain itu untuk jadi pengusaha harus kreatif dan inovatif supaya dihasilkan produk yang dicari pasar dan hasilnya variatif.

Dia menambahkan, kalau semua sudah dikerjakan dan terjadi kegagalan maka jangan lari dari kegagalan tetapi jadikan sebagai evaluasi diri supaya lebih baik lagi.

Untuk seorang yang jadi fasilitator katanya, maka arahkan usaha yang akan dikembangkan sesuai dengan hobi orang tersebut atau tentang apa yang disenanginya.

"Di dalam diri kita ada kekuatan dan kelemahan dan yang disalurkan adalah kekuatan diri, dan itu yang dijadikan produk yang akan kita buat," katanya.

Ketua TP-PKK Solok Selatan Suriati Muzni mengatakan, sosialisasi inovasi produk UP2K merupakan kegiatan awal untuk mendongkrak dan memotivasi masyarakat agar kreatif dalam meningkatkan ekonomi yang produktif.

"Kegiatan ini merupakan salah satu instrumen penting dalam mengukur efektifitas peningkatan kualitas dalam perpaduan bermacam keahlian dan kemahiran. Untuk itu perlu dukungan, koordinasi dan sinergitas semua komponen dan lembaga-lembaga lainnya," katanya.

Dia mengatakan, banyak kader-kader PKK dan masyarakat yang punya aneka ragam keterampilan dan kemahiran, tetapi belum terdata dan tidak terkordinir di TP PKK Nagari.

Untuk itu ia berharap, pengirus PKK untuk bekerja dengan nuansa hati dan pendekatan agar dapat menyatukan semangat baru kepada kader-kader, sebab hal tersebut sangat penting mengingat peran vital kader sebagai eksekutor kegiatan PKK, karena mereka bersentuhan langsung dan berhadapan dengan masyarakat.

"Semakin banyak masyarakat yang berpikir rasional dan jernih maka semakin berhasil pula realisasi program PKK untuk peningkatan ekonomi," ujarnya. (*)

Sumber Antara Sumbar
 
Top