Solsel- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, meloloskan 16 bakal calon legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang sebelumnya dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh KPU.

"PSI mengajukan permohonan penyelesaian sengketa proses pemilu, karena ada 18 orang calonnya dinyatakan TMS oleh KPU, dan setelah dilaksanakan sidang adjudikasi diputuskan 16 orang tersebut lolos masuk daftar calon sementara (DCS) karena kelengkapan bahannya ada, hanya saja terlambat sampai ke KPU karena telat ditandatangani oleh Ketua Pengadilan Negeri Koto Baru Solok," kata Ketua Bawaslu Solok Selatan, M Anshar di Padang Aro, Jumat.

Sedangkan dua orang lagi yaitu Yosi Hendro Dapil II dan Nurwasti perempuan Dapil I tidak bisa memperlihatkan bukti kelengkapan sehingga diputuskan tidak bisa lolos sebagai calon.

Dia mengatakan 18 orang caleg PSI yang dinyatakan TMS oleh KPU semuanya karena surat keterangan pengadilan yang terlambat.

Para caleg PSI itu mengurus surat keterangan dari pengadilan pada 26 Juli 2018, tetapi baru ditandatangani oleh Ketua Pengadilan pada 31 Juli 2018, dan itu bertepatan dengan batas akhir penyerahan kelengkapan bahan calon.

Karena jarak dari Solok ke kantor KPU Solok Selatan cukup jauh sehingga syarat kelengkapan calon terlambat diserahkan.

Putusan partai PSI dengan Nomor 01/PS.REG/BAWASLU-PROV.SB.03.18/VIII/2018, dan KPU harus menindaklanjutinya tiga hari setelah diputuskan.

Sementara itu Komisioner KPU Solok Selatan Wilson mengatakan, pihaknya sudah menjalankan putusan Bawaslu dan 16 calon PSI sudah dinyatakan memenuhi syarat.

"Sebanyak 16 calon PSI yang sebelumnya TMS sudah melengkapi berkasnya, dan sudah kami nyatakan memenuhi syarat," ujarnya.

Setelah dinyatakan memenuhi syarat sekarang 16 calon PSI itu sudah masuk daftar calon sementara yang kemudian akan dijadikan daftar calon tetap.

KPU katanya, hanya menjalankan keputusan Bawaslu bukan mencari siapa yang salah dan benar pascaputusan dikeluarkan. (*)

Sumber Antara Sumbar
 
Top