Solsel,mediaterobos.com-Proyek pengendalian banjir Batang Bangko, Solok Selatan, sudah lebih separuh jalan. Satu dari dua unit sabo dam yang akan dibangun, sudah hampir rampung. Normalisasi sungai, sudah dilakukan. Revetment atau penguatan tebing juga sudah hampir tuntas. Perangkap pasir atau Sand Pocket juga tinggal penuntasan.

Proyek tersebut dimulai semenjak setahun lalu. pemancangan perdana kontruksi pembangunannya, dilakukan di lapangan Banca, Koto Baru, pada September 2017, oleh Kepala Balai Wilayah Sungai V Sumatera, yang diwakili oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air Kemen PUPR, Al Izhar.

Pihak PT. Basuki Rahmanta Putra (BRP) meyakini, mega proyek yang menelan anggaran  sekitar Rp114 milyar itu, bisa dituntaskan menjelang akhir tahun ini. "Alhamdulillah, sejauh ini tidak ditemui kendala teknis. Kalau  berjalan lancar dan tidak ada force majeure atau hal tak terduga, proyek ini bisa selesai sesuai rencana," kata pelaksana lapangan PT. BRP Bambang, kepada wartawan di lokasi pembuatan Sabo Dam di Batang Bangko Ketek, Nagari Pauah Duo, Jumat (17/8).


Dijelaskan Bambang, efektif pelaksanaan teknis proyek dilakukan sepanjang 2018. "Tahun 2017, lebih banyak pada kegiatan persiapan," katanya. Schedul kerja dan tahapan pelaksanaan proyek, sejauh ini sesuai dengan perencanaan.

Proyek pengendalian banjir yang tengah dikerjakan PT. BRP itu, merupakan upaya pemerintah daerah Kabupaten Solok Selatan untuk mengatasi luapan sungai Batang Bangko. Ada empat item pekerjaan untuk tahap pertama tahun 2017/2018, yakni normalisasi 2,6 km, revetment 4,6 km, Sabo Dam 2 unit, Sand Pocket 1 unit, Groundsill 2 unit. 

Kondisi sepanjang aliran Batang Bangko, saat ini telah mengalami cukup banyak perubahan. Proyek pengendalian banjir yang dilakukan, mulai memberi dampak cukup baik. bersama sejumlah wartawan Solok Selatan yang menyusuri aliran Batang Bangko, melihat sejumlah material dan batu-batu besar dan lumpur yang dulunya menggunung  akibat banjir bandang tahun 2015, sudah tidak ada lagi. Bahkan sampai ke hulu Batang Bangko Gadang, sudah bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat. Sebelumnya, menggunakan kendaraan roda dua saja tidak bisa. Di bagian hulu Batang Bangko Gadang ini, dibangun satu sabo dam. Terlihat tapak untuk sabo, sudah selesai. Sejumlah pekerja dan ekskavator masih terus bekerja. 

Berjalan terus ke arah utara, di hulu Batang Bangko Ketek, juga dibangun satu unit sabo dam. Di sini kondisinya sudah hampir rampung. Dam setinggi 9 meter dengan lebar 85 meter, terlihat kokoh berdiri. 

Kalau seluruh proyek pengendalian banjir itu selesai, peristiwa seperti tahun 2016 bisa dihindari. Banjir bandang dengan material pasir, lumpur dan batu-batu besar dan airnya sampai ke atap rumah, akan tertahan dan teralirkan sepanjang sungai yang sudah direvitalisasi itu. Meskipun belum rampung, pada akhir 2017 kemarin mulai terasa manfaatnya. Batang Bangko meluap lagi, tapi dampaknya sudah tidak sebesar sebelumnya.(ril/men)
 
Top